Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menetapkan besaran Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) untuk bulan April 2019. Harga biodiesel ditetapkan sebesar Rp 7.387 per liter dan bioetanol sebesar Rp 10.178 per liter.

Jika dibandingkan harga Maret 2019, biodiesel mengalami penuruan sebesar Rp 16 per liter dari sebelumnya Rp 7.403/liter. Sedangkan harga bioetanol mengalami kenaikan sebesar Rp 11/liter dari harga sebelumnya Rp 10.167/liter.

“Mulai berlaku efektif sejak 1 April 2019,” ujar Direktur Jenderal EBTKE F.X. Sutijastoto, Rabu (8/4).

Menurut Sutijastoto, HIP BBN ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan sekali oleh Direktur Jenderal EBTKE. HIP BBN tersebut untuk dipergunakan dalam pelaksanaan mandatory B20 dan berlaku untuk pencampuran minyak solar baik jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu maupun jenis BBM umum.

Penurunan harga untuk biodiesel dilatarbelakangi oleh turunnya harga rata-rata crude palm oil (CPO) Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 15 Februari hingga 14 Maret 2019 yaitu Rp 7.078 per kg dari harga sebelumnya Rp 7.101 per kg.

Besaran harga HIP BBN untuk jenis Biodiesel tersebut dihitung menggunakan formula HIP = (Rata-rata CPO KPB + 100 USD/ton) x 870 Kg/m3 + Ongkos Angkut. Besaran ongkos angkut pada formula perhitungan harga biodiesel mengikuti ketentuan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 350 K/12/DJE/2018.

Sedangkan untuk jenis Bioetanol terjadi kenaikan harga setelah dihitung berdasarkan formula yang ditetapkan, yaitu (Rata-rata tetes tebu KPB periode 3 bulan x 4,125 Kg/L) + USD0,25 per liter sehingga didapatkan Rp10.178 per liter untuk HIP BBN April 2019.

Konversi nilai kurs menggunakan referensi rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 15 Pebruari hingga 14 Maret 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here