Sebagian produksi perdana feronikel dari Harita Nickel melalui mengoperasikan unit bisnisnya, PT Halmahera Jaya Produksi (HJF).

Pulau Obi, Petrominer Harita Nickel mulai mengoperasikan unit bisnisnya, PT Halmahera Jaya Produksi (HJF), untuk memproduksi feronikel di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Operasional pabrik pengolahan mineral (smelter) HJF berkapasitas sekitar 780 ribu ton feronikel per tahun ini digelar, Selasa (18/10).

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas, menjelaskan HJF ditargetkan untuk memproduksi sekitar 780 ribu ton feronikel per tahun. Dibangun dengan delapan line produksi, smelter feronikel ini ditargetkan untuk mencapai kapasitas produksi penuh pada tahun 2023.

Menurut Stevi, smelter ini sudah bisa mulai beroperasi meski hanya dengan satu line produksi. Ini berkat kerja sama yang luar biasa dari team produksi Harita Nickel di site Obi.

“Para karyawan PT HJF yang memiliki berbagai latar belakang mampu bekerja sama dengan penuh dedikasi sampai hari ini sehingga bisa mewujudkan produksi perdana PT HJF,” ungkapnya.

Stevi menambahkan, setahun lalu, Harita Nickel meresmikan beroperasinya PT Halmahera Persada Lygend (PT HPL) yang memproduksi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku utama baterei kendaraan listrik. Kini, dilanjutkan dengan pengoperasian pabrik HJF yang memproduksi feronikel

Technical Support Head Harita Nickel, Rico Windy Albert, menegaskan untuk saat ini hanya satu line yang baru bisa dioperasikan untuk produksi perdana. Selanjutnya target produksi beberapa line akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan pada semester pertama 2023 sudah mengoperasikan delapan line produksi.

Rico mengungkapkan total tenaga kerja yang dibutuhkan untuk beroperasinya HJF secara penuh diperkirakan mencapai sekitar 5,000 tenaga kerja. Saat ini, dengan satu line produksi saja, tenaga kerja yang terserap mencapai 2.600 karyawan.

Untuk tenaga kerja, HJF berupaya untuk merekrut tenaga kerja lokal dari Halmahera Selatan khususnya dan umumnya dari Maluku Utara. Salah satunya adalah dengan menggelar Roadshow Rekrutmen tenaga kerja di Labuha, Halmahera Selatan dan Desa Laiwui, Kecamatan Obi, Pulau Obi.

“Dari tenaga kerja yang terserap sekitar 65 persen berasal dari Maluku Utara,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here