, ,

Harga Mobil Listrik Semakin Terjangkau

Posted by

Bandung, Petrominer – Sektor transportasi memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas udara, mengingat sektor ini merupakan konsumen terbesar Bahan Bakar Minyak (BBM). Hadirnya mobil listrik diyakini akan mendorong diversifikasi bahan bakar kendaraan dari BBM ke listrik, yang berdampak signifikan bagi kualitas udara.

“Keberadaan mobil listrik juga akan menurunkan volume impor BBM. Karena nilai strategis inilah, Pemerintah terus mendorong penggunaan kendaraan listrik yang memiliki emisi rendah hingga dapat bersaing dengan kendaraan konvensional,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan usai memperingati Hari Bumi Ke-49 di Museum Geologi, Bandung, akhir pekan lalu.

Pada kesempatan tersebut, Jonan berkesempatan melakukan uji coba mobil listrik jenis Crossover yang dinamakan EVHERO dan jenis Sportcar V8 VADI. Kedua kendaraan ini merupakan besutan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung.

“Tantangan terbesar mobil listrik adalah masalah harga. Kalau harga mobil listriknya Rp 1,5 milyar, siapa yang mau beli, atau Rp 750 juta, siapa yang bisa beli, itu kan dua kali harga (mobil jenis) kijang,” ungkapnya.

Menurut Jonan, mobil listrik sangat diperlukan karena konsumsi BBM terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor juga dan penguatan infrastuktur jalan raya.

Mobil listrik diyakini akan dapat mengurangi polusi dan impor BBM secara signifikan jika pemakaiannya sudah massif. Pasalnya, bahan bakarnya adalah listrik yang seluruh komponen untuk penyediaan listriknya sudah tersedia di dalam negeri.

“Seluruh sumber energi primer untuk pembangkit listrik seluruhnya ada di dalam negeri seperti batubara, matahari, gas bumi, panas bumi, angin dan air. Semuanya ada dan dimiliki Indonesia, sehingga impor BBM-nya semakin hari tidak semakin tinggi. Tugas kita adalah mengendalikan agar impor BBM-nya dalam kapasitas yang terukur, karena kalau tidak, semakin lama semakin tinggi,” jelasnya.

Terkait dengan ketersediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk charging mobil listrik, Jonan memastikan akan tercukupi karena saat ini cadangan listrik terpasang sudah lebih dari 30 persen. Tidak hanya itu, penyediaan SPLU bagi PLN sama seperti menjual listrik biasa.

“Cadangan listrik terpasang saat ini sudah mencapai lebih dari 30 persen karena itu jika ditanyakan apakah listriknya tersedia untuk membangun fasilitasi SPLU, saya jawab cukup karena listriknya sama. Membangun fasilitas charging itu gampang, kalau mau PLN itu bisa bangun lebih dari sekarang yang sudah mencapai 1.600 SPLU di Jabodetabek dan kota besar. Termasuk membangun SPLU di luar Jawa, jika ada demand-nya kendaraan listrik kita siap,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *