Jakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan BBM dan LPG aman selama Hari Raya Idul Adha 1437 H, yang juga bertepatan dengan libur panjang akhir pekan ini. Berbagai langkah antisipasi pun telah disiapkan, termasuk menyiagakan Satuan Tugas (Satgas) bekerjasama dengan Kakorlantas POLRI serta Pemerintah Daerah, khususnya di wilayah Jawa bagian Barat, Jawa bagian Tengah, serta Jawa Timur dan Bali Nusa Tenggara.
Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, fokus kesiapan untuk menghadapi libur panjang Hari Raya Idul Adha kali ini terutama di jalur mudik di wilayah Jawa serta daerah tujuan wisata. Selama libu panjang ini, Pertamina memperkirakan terjadi kenaikan BBM rata-rata sebesar 5-11 persen.
“Kami perkirakan ada kenaikan konsumsi BBM rata-rata sekitar 5-11%. Kami telah membentuk tim satuan tugas yang akan siaga selama 24 jam untuk mendukung kelancaran distribusi dan ketahan stock pasokan BBM dan LPG,” jelas Wianda, Sabtu (10/9).
Satgas ini akan terus beroperasi sejak H-3 sampai dengan H+2 setelah Idul Adha. Selain itu, disiapkan juga kantong BBM yaitu mobil tangki dengan muatan BBM yang akan disiapkan di SPBU yang berada di jalur rawan kemacetan. Fungsi dari kantong BBM tersebut adalah sebagai back up penyaluran. BBM dalam kemasan juga akan disiapkan di titik-titik strategis di sepanjang jalur mudik dan jalur arus balik.
“Di beberapa titik krusial kemacetan, baik di jalur mudik maupun wisata, akan kami siapkan skenario SPBU Kantong dan penjualan BBM kemasan, di mana distribusinya akan diupayakan dengan sistem jemput bola menggunakan kendaraan bermotor, dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat,“ paparnya.
Adapun penjualan SPBU Kemasan tersebut akan disedikan di 4 titik yakni 3 titik di sepanjang tol Purwasuka – Cipali di Rest Area Tol Cipali KM 85, Rest Area Tol Cipali KM 130 dan Rest Area Tol Pejagan KM 228 A. Sementara 1 titik berada di Jalan Tol Pejagan – Brebes Timur tepatnya di Rest Area 252.
Menurut Wianda, konsumsi Premium diperkirakan mengalami kenaikan 3 persen di wilayah Jawa Barat dan Banten menjadi sekitar 1.514 kiloliter/hari (KL/H). Sementara di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya kenaikan konsumsi Premium 5 persen menjadi 5.846 KL/H. Sementara konsumsi Pertamax Series diperkirakan meningkat 11 persen di wilayah Jawa Barat dan Banten menjadi 14.051 KL/H, dan kenaikan 5 persen di wilayah Jawa Tengah dan menjadi 7.131 KL/H.
Sementara pasokan LPG juga akan ditingkatkan 4 persen dari penyaluran normal per hari. Penamban pasokan secara fakultatif juga akan dilakukan untuk beberapa titik yang menjadi tujuan wisata, seperti di Banten, Bandung, dan beberapa kota tujuan wisata di wilayah Jawa Timur serta Bali.









Tinggalkan Balasan