Jakarta, Petrominer – PT Pertamina International Shipping (PIS) terus memperkuat lini bisnis melalui ekspansi pasar dan diversifikasi kargo. Kedua langkah tersebut diyakini menjadi kunci bagi perusahaan dalam menghadapi situasi geopolitik yang sangat dinamis dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Keuangan PIS, Diah Kurniawati, menyampaikan bahwa sejumlah kondisi geopolitik masih menjadi sorotan bagi aktivitas perdagangan global. Kebijakan tarif, perang antara Rusia dan Ukraina, ketegangan India dan Pakistan, hingga konflik kawasan di sejumlah negara di Timur Tengah yang tak kunjung mereda adalah contoh dinamika yang berdampak cukup besar saat ini.
“Ekspansi pasar dan diversifikasi kargo masih menjadi landasan strategi PIS dalam menghadapi dinamika geopolitik yang begitu fluktuatif,” ungkap Diah dalam diskusi panel bertema “Advancing Asian Maritime: Conectivity, Digitalization, and Sustainability” di ajang Indonesia Maritime Week (IMW) 2025, Senin (26/5).
Langkah tersebut, menurutnya, diambil untuk mencegah ketergantungan perusahaan terhadap suatu pasar dan produk kargo tertentu. PIS juga akan terus memperluas rute pelayaran di domestik dan luar negeri.
Hingga hari ini, rute pelayaran internasional PIS sudah mencapai 65 negara. Rute ini akan terus diperluas. Apalagi, PIS telah memiliki tiga kantor perwakilan di Singapura, Dubai, dan London.
Dengan terus memperluas pasar dan layanan, PIS sebagai subholding dan bagian dari Pertamina Group, menegaskan posisinya sebagai pemain global di sektor logistik energi dan maritim. Langkah ini terbukti mampu meningkatkan kontribusi pendapatan dari pasar non-captive hingga 64 persen sepanjang tahun 2024 lalu dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski begitu, dalam setiap langkah strategisnya, PIS tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis. Perusahaan juga ikut memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Sebagai bagian dari BUMN logistik dan energi, PIS menjalankan peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui rantai logistik laut yang andal dan berkelanjutan.
Dengan memperluas jangkauan dan diversifikasi layanan, PIS turut memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia serta mendukung terciptanya konektivitas laut yang efisien dan kompetitif, baik untuk kepentingan nasional maupun regional.
Selain perluasan pasar, PIS juga terus menggencarkan diversifikasi produk. Meskipun tetap fokus terhadap bisnis inti dalam pengangkutan energi, PIS senantiasa menatap sektor lain yang memiliki potensi besar untuk digarap.
“PIS aktif mengkaji berbagai produk di luar sektor energi sebagai diversifikasi produk angkutan kami. Langkah ini juga cara kami dalam mengantisipasi gejolak geopolitik yang begitu dinamis beberapa waktu terakhir ini,” jelas Diah.
Booth PIS
Selain itu, PIS juga terus melakukan inovasi teknologi ramah lingkungan dan transformasi digital dalam operasional armadanya. Inovasi ini ditampilkan di booth PIS guna menarik investasi dari dalam dan luar negeri.
Di ajang maritim internasional pertama di Indonesia ini, PIS menghadirkan berbagai rangkaian program yang menggambarkan peran strategis dan komitmennya terhadap pengembangan berbagai aspek dari industri maritim nasional. Mulai dari sesi diskusi strategis yang membahas terkait dengan strategi bisnis, kampanye sosial, hingga aksi donor darah.
Keseluruhan inisiatif tersebut merefleksikan misi PIS dalam menciptakan ekosistem industri maritim yang tidak hanya mengedepankan strategi bisnis tetapi juga berkomitmen untuk menciptakan industri maritim nasional yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, PIS berharap dapat memperluas kerja sama strategis, menarik investasi, serta berbagi praktik terbaik guna membangun ekosistem pelayaran yang tangguh dan berkelanjutan di kawasan Asia,” ujar Diah.








Tinggalkan Balasan