Melalui program Electrifying Agriculture, PLN terus melayani kebutuhan listrik bagi para petani.

Soppeng, Petrominer – Melalui program Electrifying Agriculture, PLN terus melayani kebutuhan listrik bagi para petani. Salah satunya di Desa Panincong, Kelurahan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Malahan, dengan menggunakan listrik, para petani memperoleh manfaat dari segi operasional, efisiensi, dan produktifitas.

General Manager PLN UIW Sulselrabar, Awaluddin Hafid menjelaskan bahwa PLN sangat mendukung program Electrifying Agriculture. Program ini kian mempermudah petani dalam penghematan dan produksi.

“Dengan adanya listrik, petani dapat menghemat biaya operasional hingga 50 pesen. Tidak hanya itu, pasokan listrik yang terus menerus juga akan meningkatkan produksi gabah para petani,” ungkap Hafid, Minggu (21/3).

Hingga kini, PLN melayani 13 petani dengan total daya 41.200 Volt Ampere (VA) di Desa Panincong. Untuk melayani para petani tersebut, PLN membangun jaringan listrik sepanjang dua kilometer sirkuit (kms) Jaringan Tegangan Rendah (JTR) dan memancang 20 tiang.

“Dengan adanya program Electrifying Agriculture, PLN berharap dapat menggenjot produktifitas pertanian karena dengan hadirnya listrik biaya operasional petani bisa menjadi lebih murah,” ujar Hafid.

Hal ini diakui salah seorang petani bernama Syamril. Dengan hadirnya listrik di sawahnya, menurut Syamril, dapat menghemat biaya operasional.

Sebelumnya, untuk mengoperasikan pompa air untuk mengairi sawahnya, dia membutuhkan rata-rata 3 kilogram (kg) tabung gas dengan biaya sebesar Rp 58.000 per hari. Namun dengan menggunakan listrik, Syamril mengaku hanya membutuhkan biaya Rp 30.000 untuk membeli token listrik dan menyalakan pompa airnya dalam satu hari penuh.

“Penghematan yang saya dapat adalah Rp 28.000 setiap harinya, artinya estimasi dalam satu tahun saya bisa menghemat sampai Rp 10.220.000,” ungkapnya.

Selain itu, penggunaan listrik juga praktis dan andal. Petani tidak perlu jauh-jauh ke sawah pada malam hari untuk mengecek isi tabung gas. Pasalnya, dengan adanya listrik, pompa dapat menyala terus menerus.

” Saya tidak perlu jauh-jauh ke sawah pada malam hari untuk mengecek tabung gas apakah habis atau tidak karena dengan adanya listrik pompa dapat menyala terus menerus,” ungkap Syamril.

Petani memanfaatkan listrik untuk mengoperasikan pompa air guna mengairi sawahnya. Hadirnya listrik di sawah diakui dapat menghemat biaya operasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here