, ,

Green Drilling, Manfaatkan Flare Gas untuk Drilling Optimization

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkenalkan inisiatif energi ramah lingkungan melalui Green Drilling Project. Proyek strategis ini mengusung pemanfaatan flare gas sebagai sumber energi alternatif dalam operasional rig, menggantikan penggunaan bahan bakar diesel yang selama ini mendominasi sektor pengeboran.

Menurut Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, proyek ini sejalan dengan komitmen keberlanjutan Pertamina. Khususnya dalam mendukung pilar “Addressing Climate Change” yang berfokus pada penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

“Sebagai bagian dari grup Pertamina, kami berkomitmen berkontribusi aktif dalam pengurangan emisi GRK melalui layanan pengeboran terintegrasi kami,” ujar Avep saat dijumpai di kantornya, Rabu (30/7).

Pemanfaatan flare gas ini untuk menjawab tantangan efisiensi dan emisi. Flare gas yang selama ini dibakar dan menjadi penyumbang utama emisi GRK diolah melalui teknologi Modular Gas-to-Liquid (GTL) Plant. Teknologi ini mengubah gas menjadi synthetic diesel dan atau metanol yang dapat dicampurkan langsung dengan diesel fuel atau solar (blended fuel) dengan takaran tertentu dan digunakan sebagai bahan bakar rig.

Di Indonesia terdapat flare gas yang jika dimanfaatkan secara optimal dapat meningkatkan potensi ekonomi, melalui pengurangan biaya bahan bakar dan meningkatkan margin keuntungan operasional. Hal ini juga sekaligus berkontribusi menurunkan emisi Gas Rumah Kaca.

“Melalui inisiatif Green Drilling ini, Pertamina Drilling tak hanya menunjukkan komitmen pada efisiensi dan keberlanjutan, namun juga membuka peluang inovatif bagi investasi hijau di sektor Migas Nasional,” ujar Avep.

Pertamina Drilling telah mengalami transformasi signifikan dari penyedia jasa rig menjadi perusahaan penyedia layanan end-to-end well construction. Saat ini, Pertamina Drilling mengelola 53 unit rig, termasuk 2 unit offshore work over rig dan 2 unit jack-up rig, serta didukung berbagai jasa pengeboran terkait, layanan umum, dan pengembangan tenaga ahli melalui Indonesia Drilling Training Center (IDTC).

“Pertamina Drilling juga terbuka untuk kolaborasi dengan perusahaan hulu sebagai penyedia gas, sekaligus sebagai pengguna akhir dari metanol yang dihasilkan. Green Drilling  Project ini dipaparkan oleh Pertamina Drilling pada acara Investor Day 2025 di Jakarta beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *