Pembagian mesin gas pengganti mesin minyak bagi nelayan kecil ini bertujuan untuk memberikan bahan bakar murah bagi nelayan.

Banggai, Petrominer – Setelah sebelumnya ratusan nelayan di Kabupaten Takalar menerima konverter kit BBM ke LPG pertama di wilayah Sulawesi pada September 2018 lalu, kini giliran nelayan di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, turut menikmati program konversi tersebut. Dengan konverter kit ini, biaya operasional nelayan untuk melaut jadi lebih hemat dan lebih ramah lingkungan.

Bertempat di Kecamatan Luwuk, 563 paket perdana konverter kit diserahkan kepada nelayan oleh Inspektur V Itjen Kementerian ESDM Murdo Gantoro. Turut hadir Anggota Komisi VII DPR RI Ahmad HI M. Ali dan Bupati Banggai Herwin Yatim, serta Sales Executive LPG Industry & Gas Product Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, Angga Kusuma.

Menurut Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII, Roby Hervindo pembagian paket konverter kit ini merupakan upaya konversi bahan bakar bagi nelayan kecil dari bahan bakar minyak menjadi bahan bakar LPG. Tujuannya, membantu peningkatan ekonomi masyarakat nelayan melalui pengurangan biaya operasional melaut, bisa hemat hingga 50 ribu rupiah per harinya.

“Juga lebih ramah lingkungan karena mengurangi emisi dari penggunaan BBM,” jelas Roby.

Tahun ini, alokasi konverter kit untuk nelayan di wilayah Sulawesi terdiri dari Sulawesi Selatan (Bone, Bulukumba, Jeneponto, Selayar, Sinjai, Takalar dan Wajo) sebanyak 5.314 unit. Provinsi Gorontalo (Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Pohuwatu) mendapat 2.798 unit. Sulawesi Tengah (Banggai dan Palu) menerima 1.379 unit dan Sulawesi Utara (Manado dan Minahasa) 1.144 unit.

Roby menuturkan, dalam pembagian setiap paket perdana konverter kit BBM ke LPG ini terdiri atas beberapa komponen, yaitu Mesin Penggerak, Konverter Kit, 2 Tabung LPG 3 Kg dan Isi, Long Tail, aksesoris pendukung lainnya.

Untuk suplai pasokan LPG 3 Kg subsidi di Kabupaten Banggai Banggai, dilayani oleh 6 agen dan 1.121 pangkalan. Kebutuhan elpiji bagi nelayan di Sulawesi hingga Desember 2018 diperkirakan mencapai 358.800 tabung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here