
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatat 165 inovasi dalam ajang Geothermal Innovation & Competition (Geovation) 2026 yang digelar di Jakarta pada 6–8 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 141 inovasi, dengan total 449 inovasi selama tiga tahun terakhir.
Ratusan inovasi itu dikembangkan oleh 377 peserta yang tergabung dalam 64 gugus dari seluruh wilayah operasi dan kantor pusat PGE. Inovasi tersebut mencakup 82 inovasi Project Collaboration (PC-Prove), 71 Functional Team (FT-Prove), sembilan Replication Team (RT-Prove), dan tiga Individual Team (I-Prove).
Direktur Operasi PGE, Andi Joko Nugroho, mengatakan Geovation yang berjalan sejak tahun 2010 menjadi wadah bagi para perwira perusahaan untuk menghasilkan inovasi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi bisnis panas bumi.
“Tahun ini, kami memperkenalkan formulasi baru dalam perhitungan penambahan nilai. Sebelumnya, perhitungan hanya menggunakan satu indikator dengan hasil Rp590,8 miliar. Kini, kalkulasi dilakukan lebih rinci ke dalam lima komponen agar nilai yang dihasilkan terukur lebih tepat sasaran,” ujar Andi.
Melalui formulasi baru yang mencakup revenue generation, cost reduction, revenue potential, revenue retention, dan cost avoidance, nilai tambah (value creation) dari seluruh inovasi Geovation 2026 mencapai Rp1.505,85 miliar atau sekitar Rp1,5 triliun.
“Pencapaian ini sangat membanggakan. Hasil ini membuktikan bahwa inovasi menjadi pendorong nyata bagi Indonesia untuk menjadi raksasa panas bumi dunia, sekaligus memperkuat posisi Pertamina sebagai perusahaan energi panas bumi kelas dunia,” ungkapnya.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menegaskan inovasi menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
“Dalam perjalanan itu, inovasi memegang peran penting untuk menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai tambah bagi perusahaan,” ujar Ahmad Yani.
Menurutnya, momentum 100 tahun pengembangan panas bumi di Indonesia menjadi pengingat pentingnya mengoptimalkan potensi energi bersih untuk masyarakat. PGE pun berkomitmen menjadikan inovasi sebagai budaya kerja guna menopang pertumbuhan perusahaan dan memperkuat peran panas bumi dalam transisi energi nasional.
Untuk meningkatkan kapasitas terpasang, PGE mengembangkan sejumlah proyek strategis, antara lain PLTP Lumut Balai Unit 3 dan 4 di Sumatera Selatan, PLTP Hululais Unit 1 dan 2 di Bengkulu, serta PLTP Lahendong Unit 7 dan 8 berikut Binary Unit di Sulawesi Utara. Perusahaan juga mengembangkan proyek Gunung Tiga di Lampung.








Tinggalkan Balasan