
Jakarta, Petrominer – Presiden dan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, mengatakan sangat antusias memasuki tahap Front-End Engineering and Design (FEED) untuk Proyek LNG Abadi. Apalagi, proyek ini akan menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak awal.
“Proyek Abadi LNG akan memberikan nilai yang besar bagi Indonesia. Proyek ini akan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia tidak hanya dengan meningkatkan ketahanan energi dan ketersediaan pasokan, tetapi juga dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja selama 30 tahun,” ujar Takayuki Ueda pada acara peresmian tahap FEED Proyek LNG Abadi, Kamis (28/8).
Sejalan dengan pelaksanaan FEED, menurutnya, INPEX juga akan mempercepat kegiatan pemasaran dan pembiayaan untuk menuju FID (Final Investment Decision) serta menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan dan bank internasional untuk mendapatkan pembiayaan yang kompetitif. Lebih dari itu, INPEX juga terus memperkuat keterlibatan masyarakat lokal, termasuk Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, untuk kesuksesan proyek.
“Rencana pelatihan vokasi untuk masyarakat lokal akan dipersiapkan guna mendukung kebutuhan tenaga kerja terlatih untuk Proyek LNG Abadi. Beberapa pekerjaan persiapan lokasi akan segera dimulai setelah memperoleh persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan dan AMDAL,” ungkap Takayuki Ueda.
Proyek ini sejalan dengan arah strategis INPEX Vision 2035, yang menargetkan ekspansi bisnis gas alam dan LNG serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Proyek ini juga akan menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi CCS sejak awal. CCS akan membantu mendorong upaya dekarbonisasi Indonesia sambil tetap menyediakan energi bagi negara.
“INPEX percaya proyek ini akan memperkuat ketahanan energi di Indonesia dan Jepang, serta juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Selain itu juga untuk mendukung pencapaian target nasional Indonesia untuk mencapai net zero emission CO2 pada tahun 2060,” ucapnya.
Volume produksi LNG tahunan dari proyek Abadi diperkirakan mencapai 9,5 juta ton, setara dengan lebih dari 10 persen impor LNG tahunan Jepang. Proyek ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan energi di Indonesia, Jepang, dan negara Asia lainnya, serta menyediakan pasokan energi bersih yang stabil dalam jangka panjang. Hal ini didukung oleh karakteristik lapangan gas yang unggul dan cadangan yang melimpah, sehingga memungkinkan pengembangan secara efisien, serta adanya komponen CCS dari proyek ini.
INPEX Corporation (INPEX), melalui anak perusahaannya INPEX Masela, Ltd. (INPEX Masela) sebagai operator blok Masela. Para mitra lainnya adalah PT Pertamina Hulu Energi Masela (PHE Masela) dan Petronas Masela Sdn. Bhd. (Petronas Masela).







