, ,

Garap PLTS Atap, Xurya Sukses Ciptakan 1.792 Pekerjaan Hijau

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) menjadi salah satu aktor di balik semaraknya pemanfaatan panel surya di kalangan industri nasional. Startup lokal energi terbarukan yang mempelopori metode Rp 0 (no upfront cost) dalam pembiayaan PLTS Atap ini telah berhasil dalam pengembangan proyek instalasi PLTS Atap untuk industri.

Managing Director Xurya, Eka Himawan, menjelaskan bahwa pihaknya berhasil mempelopori metode TANPA INVESTASI untuk beralih ke panel surya sejak akhir tahun 2018. Ini menjadi salah satu insentif bagi pengembangan proyek PLTS Atap khususnya di sektor industri.

“Xurya berkontribusi dalam menjangkau lebih banyak industri untuk mulai melakukan instalasi PLTS Atap di berbagai daerah di Indonesia. Sampai akhir tahun 2022, lebih dari 100 proyek instalasi PLTS Atap telah digarap di Indonesia, dengan rincian 86 proyek telah beroperasi dan 32 proyek lainnya yang masih dalam tahap konstruksi,” ungkap Eka, Rabu (11/1).

Menurutnya, program Xurya ini telah memudahkan perusahaan dan industri melakukan peralihan ke panel surya. Di antaranya dengan memberikan akses permodalan dan one stop service kepada pelanggannya mulai dari studi kelayakan, manajemen konstruksi, serta layanan operasi dan pemeliharaan.

Ekspansi bisnis ini sejalan dengan Pemerintah yang memiliki target pencapaian bauran energi nasional dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025. Tercatat, Xurya telah berhasil memproduksi 589.713.411 kWh energi bersih yang efektif menangkal sebanyak 548.433.500 kg CO2, serta berhasil membuka lapangan pekerjaan hijau untuk 1.792 orang.

“Kebijakan dan arahan Pemerintah mengenai penggunaan PLTS Atap untuk industri menjadi salah satu faktor terjadinya kenaikan permintaan instalasi PLTS Atap. Hingga akhir tahun 2022, Xurya melakukan ekspansi bisnis dengan membuka kantor cabang ke berbagai daerah di Indonesia, yaitu Medan, Semarang, dan Surabaya untuk menjangkau lebih banyak industri agar mulai menggunakan PLTS Atap,” jelas Eka.

Tidak hanya itu, berbagai pencapaian yang diraih oleh Xurya juga berdampak pada ketersediaan ribuan lapangan pekerja hijau. Hal ini menjadi salah satu komitmen Xurya untuk tidak hanya berfokus kepada instalasi PLTS Atap, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia.

Indonesia berkomitmen untuk mencapai Net Zero Emission maksimal pada tahun 2060 mendatang. Selain karena kebijakan serta komitmen tersebut, kenaikan permintaan instalasi PLTS Atap juga dipercaya karena adanya faktor tuntutan pasar yang semakin kuat akan produk hijau (green product) dan industri hijau (green industry).

Keberhasilan Xurya juga ditandai oleh beberapa pendanaan yang didapatkan sepanjang tahun 2022, dengan total mencapai US$ 33 juta atau setara Rp 501 miliar. Dengan total pendanaan tersebut, Xurya akan melakukan perluasan pembangunan PLTS Atap di Indonesia untuk mempercepat transisi energi dan Net Zero Emission.

Selain itu, Xurya juga mendapatkan beberapa penghargaan atas komitmen dan kontribusinya dalam menghijaukan Indonesia, di antaranya Best Commercial & Industry (CNI) Project by Huawei Indonesia, Top Startup Green Renewable Energy by G20 Digital Innovation Network (DIN) 2022, serta berhasil mendapatkan sertifikasi ISO.

“Kami juga turut berterima kasih kepada seluruh stakeholders atas dukungan dan kepercayaannya kepada Xurya sepanjang tahun 2022 lalu. Apa yang telah dicapai Xurya selama ini merupakan wujud keberhasilan kerja sama antara berbagai pihak yang menjadi semangat perusahaan untuk terus berkembang. Kedepannya, Xurya berkomitmen untuk dapat terus hadir dalam mengakomodir dan berkontribusi dalam perkembangan industri hijau di Indonesia,” ujar Eka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *