Sebagian besar dampak lingkungan dari banyak produk konsumen terjadi saat konsumen menggunakan produk tersebut. (sumber: www.unilever.com)

London, Petrominer – Independent Commodity Intelligence Services (ICIS) meluncurkan Supplier Carbon Footprints untuk membantu perusahaan kimia dan plastik mengukur, mengelola, dan mengidentifikasi peluang untuk mengurangi emisi supply chain global untuk bahan kimia dan plastik. Teknologi ini mampu mengidentifikasi data emisi menurut pemasok, pabrik, dan produk.

Dikembangkan bersama Carbon Minds, spesialis dalam pemodelan dampak lingkungan untuk bahan kimia dan plastik, Supplier Carbon Footprints siap untuk mendeteksi emisi di seluruh supply chain untuk 71 bahan kimia dan plastik, sehingga mendorong perusahaan untuk mengurangi jejak karbonnya.

Direktur Strategi ICIS, Alison Jones, menjelaskan, meskipun sejumlah fokus pada belanja modal (capex) teknologi baru untuk mengurangi emisi, yang bagus untuk masa depan, alat ini menyediakan cara langsung melaporkan emisi dan mengidentifikasi fokus area lebih akurat. Emisi bervariasi secara dramatis dari pemasok ke pemasok, wilayah, dan pabrik, yang tidak sepenuhnya tercermin dalam solusi alternatif di pasar yang menghitung emisi berdasarkan wilayah atau negara.

“Dengan Supplier Carbon Footprints, perusahaan bisa melihat dengan jelas dampak iklim dari supply chain-nya dan mengukur serta membandingkan jejak karbon pemasok secara akurat. Mengubah hanya satu pemasok dapat membuat perbedaan langsung dan signifikan pada emisi Scope 3,” ujar Jones dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Selasa (5/7).

Ketika konsumen, investor, dan peraturan terus menekan industri untuk mengurangi dampak lingkungan, perusahaan dan lembaga juga kian berupaya memahami dan mengurangi jejak karbonnya. Menurut World Business Council for Sustainable Development (WBSCD), supply chain hulu dan hilir perusahaan kimia menyumbang rata-rata 81 persen dari keseluruhan emisi industri, dengan kontributor tunggal terbesar biasanya adalah pasokan bahan baku. Secara historis, ketersediaan dan konsistensi data primer yang buruk, atau sumber sekunder yang terperinci, telah mempersulit penilaian emisi dan penetapan target pengurangan yang efektif.

Co-founder dan CEO Carbon Minds, Arne Kätelhön, menambahkan bahwa ini adalah langkah maju yang besar bagi perusahaan kimia dalam mengelola emisi Scope 3. Supplier Carbon Footprints menyediakan data yang mencakup 71 bahan kimia curah dan plastik yang dikonsumsi untuk memproduksi sebagian besar barang manufaktur.

“Ini akan memberikan informasi untuk menciptakan supply chain dengan dampak iklim yang lebih rendah dan menemukan pemasok yang tepat untuk mencapai tujuannya. Selanjutnya, perusahaan dapat menggunakan data tersebut untuk melibatkan pemasok yang ada dan membantu mereka menerapkan inisiatif keberlanjutan,” jelas Kätelhön.

Jones menyimpulkan, visualisasi data melalui interface icis.com memungkinkan pengguna dengan mudah menganalisa data lebih dari 10.000 pabrik produksi dan menentukan dampak lingkungan siklus hidup bahan kimia dan plastik secara global. Ini memberi pembeli perincian yang diperlukan untuk mengelola emisi Scope 3, dan produsen menetapkan target pengurangan emisi, serta membandingkan produksi mereka dengan pesaingnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here