Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Jakarta, Petrominer – Terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja dan adanya komitmen pemerintah untuk segera menyelesaikan aturan turunannya diyakini telah membangun ekosistem iklim investasi yang kondusif. Kebijakan terbaru ini juga menjadi daya tarik bagi para investor.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan salah satu contoh investasi baru di sektor otomotif yang tengah berjalan, yakni pembangunan pabrik Hyundai Motor Corporation senilai Rp 21,8 triliun. Rencana pembangunan pabrik kendaraan listrik ini juga diikuti oleh rencana pembangungan pabrik-pabrik pendukungnya.

“Hyundai akan memproduksi battery electric vehicle pada tahun 2023. Selanjutnya, PT ABC akan membangun pabrik cell battery senilai Rp 207,5 miliar dengan kapasitas maksimal 25 juta pcs per tahun,” ungkap Agus dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2020 dan Outlook Industri 2021 yang digelar akhir Desember 2020.

Selain itu, menurutnya, ada juga investasi dari PT Honda Prospect Motor senilai Rp 5,1 triliun dan investasi Toyota group untuk pengembangan produk kendaraan ramah lingkungan senilai Rp 28,3 triliun. Ada juga rencana relokasi beberapa pabrik dari China yang membuktikan, Indonesia menjadi salah satu destinasi investasi pasca pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mencari jalan keluar bagi permasalahan yang bersifat strategis. Agar bisa mendorong kinerja pertumbuhan sektor industri, baik jangka pendek maupun jangka menengah dan panjang,” papar Agus.

Pemerintah memang telah mendorong pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai upaya mengurangi emisi karbon. Targetnya pada tahun 2025, 20 persen dari produksi otomotif nasional merupakan kendaraan listrik seperti hybrid, plug in hybrid (PHEV), dan mobil EV berbasis baterai.

Saat ini, Kemenperin telah menyelesaikan regulasi terkait peta jalan kendaraan listrik berbasis baterai yang merupakan turunan Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

Hingga Semester I-2020, tercatat ada satu perusahaan KBLBB roda dua atau lebih, yaitu perusahaan bis listrik MAB. Kemudian, 15 produsen sepeda motor listrik mulai beroperasi dengan kapasitas produksi lebih dari 897 ribu unit per tahun yang menyerap tenaga kerja sekitar 1.500 orang.

Realisasi Penanaman Modal

Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan bahwa Kemenperin mentargetkan kenaikan realisasi penanaman modal di sektor industri manufaktur tahun 2021 menjadi Rp 323,56 triliun. Optimisme ini didukung dengan upaya Pemerintah dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19.

“Investasi diperkirakan menjadi faktor penggerak pertumbuhan sektor industri di tahun 2021,” tegasnya.

Beberapa sektor yang masih jadi primadona para investor untuk menanamkan modalnya pada tahun 2021 ini antara lain industri makanan dan minuman, logam dasar, otomotif, serta elektronik. Kemenperin pun terus mendorong pengembangan investasi di industri farmasi dan alat kesehatan.

“Sektor-sektor tersebut merupakan prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0,” ujar Agus.

Kemenperin mencatat, sepanjang Januari-September 2020, kontribusi dari sektor industri di Indonesia mencapai Rp 201,9 triliun atau menyumbang 33 persen dari total nilai investasi nasional yang senilai Rp 611,6 triliun. Penanaman modal di sektor industri selama periode sembilan bulan tersebut meningkat 37 persen, dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang tercatat sekitar Rp 147,3 triliun.

Adapun subsektor yang memberi kontribusi besar dalam capaian investasi tersebut adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya, industri makanan, industri kimia dan farmasi, industri kendaraan bermotor dan alat transportasi, serta industri mineral non-logam.

Menurut Menperin, selama ini investasi sektor industri membawa dampak yang luas bagi perekonomian nasional, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja. Hingga Agustus 2020, jumlah tenaga kerja di sektor industri sebanyak 17,48 juta pekerja atau berkontribusi 13,61 persen dari total tenaga kerja nasional.

Dalam rangka meningkatkan ketahanan dan pengembangan wilayah industri, selama tahun 2020, ada penambahan jumlah kawasan industri (KI) yang beroperasi menjadi 121 KI, dari sebelumnya 103 KI di 2019.

Sementara dalam program peningkatan akses industri nasional, Pemerintah mengalokasikan total dana Penugasan Khusus Ekspor (PKE) senilai Rp 6,2 triliun pada tugas-tugas yang masih berlangsung, meliputi PKE kereta penumpang dan gerbong barang tujuan Bangladesh dan Srilangka, serta PKE pesawat udara tujuan Thailand, Nepal, UEA, dan negara-negara di kawasan Afrika. Kemudian, PKE kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah, PKE pariwisata KEK Mandalika, dan PKE UKM dengan tujuan ke seluruh negara, kecuali yang mendapatkan perhatian khusus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here