Menteri ESDM, Arifin Tasrif, didampingi Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan smelter baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

Surabaya, Petrominer – PT Freeport Indonesia (PTFI) menerima penghargaan Peringkat 1 dalam Capaian Realisasi Investasi kategori Penanaman Modal Asing di Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan sehubungan dengan investasi pembangunan smelter baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur, dengan total investasi sekitar Rp 43 triliun.

Smelter baru ini berkapasitas 1,7 juta DMT konsentrat tembaga per tahun dan merupakan smelter kedua PTFI. Perusahaan ini telah membangun smelter pertamanya tahun 1996, bersama dengan Mitsubishi membentuk perusahaan PT Smelting.

Penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, kepada Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, dalam rangkaian acara East Java Investment Week 2022, Rabu (14/9).

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa, menjelaskan bahwa pertumbuhan investasi dan ekonomi di Jawa Timur sesungguhnya hasil sinergitas yang terbangun dari semua pihak. Khofifah pun menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai pihak yang berkontribusi pada investasi dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

“Gairah investasi di Jatim terbukti dengan tingginya kinerja investasi yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan II tahun 2022. Pada periode tersebut, realisasi investasi Jawa Timur meningkat mencapai 69,2 persen. Realisasi investasi ini bahkan melampaui realisasi nasional sebesar 35,5 persen,” ungkapnya.

Khofifah menambahkan, kinerja investasi pada triwulan II terdiri dari realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat sebesar 198,1 persen. Sedangkan pertumbuhan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 34,1 persen.

Sementara itu, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan progres konstruksi smelter baru ini hingga akhir Juli 2022 sudah mencapai 36,2 persen dan telah mengeluarkan investasi sebesar US$ 1,2 miliar. Di akhir tahun 2022, akan mencapai progres 50 persen dan pembangunan ditargetkan selesai akhir tahun 2023, yang kemudian dilanjutkan dengan pre-commissioning dan commissioning, dan mulai beroperasi pada Mei 2024.

“Ketika smelter baru beroperasi nanti, akan memungkinkan PTFI untuk memurnikan seluruh konsentrat tembaga di dalam negeri. Kemudian, bagaimana supaya industri yang lebih hilir, seperti pabrik kabel, mobil listrik, dan lain-lain dapat memanfaatkan hasil produksi smelter PTFI ini agar nilai tambahnya lebih besar lagi. Tentunya penghargaan ini memotivasi PTFI untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia,” jelas Tony.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here