Fasilitas pengolahan minyak mentah PT Pertamina (Persero) di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 269 K/10/MEM/2019 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri ESDM Nomor 138 K/12/MEM/2019 tentang Formula Harga Minyak Mentah Indonesia. Kepmen ini ditetapkan tanggal 31 Desember 2019 lalu dan berlaku surut sejak tanggal 1 Desember 2019.

Kebijakan Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan beberapa formula jenis minyak mentah Indonesia. Kebijakan baru ini diterbitkan dalam rangka kelancaran dan kesinambungan perhitungan harga minyak mentah Indonesia dan seiring dengan perkembangan kondisi penjualan jenis minyak mentah utama di pasar intemasional.

“Berdasarkan Kepmen terbaru ini, jenis minyak mentah Indonesia terbagi dua, yaitu Minyak Mentah Utama dan Minyak Mentah Indonesia Lainnya Permanen,” tulis berita di website Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian ESDM, Kamis (2/1).

Dijelaskan bahwa minyak mentah utama Indonesia terdiri dari 7 jenis yaitu SLC, Arjuna, Attaka, Duri, Belida, Senipah Condensate dan Banyu Urip. Pada aturan sebelumnya, minyak mentah Indonesia terdiri dari 9 jenis yaitu SLC, Arjuna, Attaka, Cinta, Duri, Widuri, Belida, Senipah Condensate dan Banyu Urip.

Sementara minyak mentah Indonesia lainnya permanen, terdiri dari 48 jenis yaitu Anoa, Arun Condensate, Bekapai, Belanak, Bentayan, Bontang Return Condensate (BRC), Bula, Bunyu, Camar, Cepu, Cinta, Geragai/Makmur, Geragai Condensate/Makmur Condensate, Handil Mix, Jambi, Jatibarang, Jene/Pendopo, Kaji/Matra, Kerapu, Ketapang, Klamono, Komplek Palembang Selatan (KPS)/Air Serdang/Guruh, Kondensat Sampang, Kondensat Tangguh, Lalang, Langsa, Lirik, Madura/Poleng, Mengoepeh, Meslu, Mudi Mix, NSC/Katapa/Arbei, Pagerungan Condensate, Pam Juata/Sanga-Sanga Mix/Mamburungan, Pangkah, Ramba/Tempino, Rimau/Tabuhan, Sangatta, Selat panjang, Sepinggan Yakin Mix, South Jambi Condensate, Tanjung, Talang Akar Pendopo (TAP)/Air Hitam, Tiaka, Udang, Walio Mix, West Seno Bangka Mix dan Widuri.

Pada Kepmen sebelumnya, minyak mentah Indonesia lainnya terdiri dari 47 jenis minyak yaitu Anoa, Arun Condensate, Bekapai, Belanak, Bentayan, Bontang Return Condensate (BRC), Bula, Bunyu, Camar, Cepu, Geragai/Makmur, Geragai Condensate/Makmur Condensate, Handil Mix, Jambi, Jatibarang, Jene/Pendopo, Kaji/Matra, Kerapu, Ketapang, Klamono, Komplek Palembang Selatan (KPS)/Air Serdang/Guruh, Kondensat Sampang, Kondensat Tangguh, Lalang, Langsa, Lirik, Madura/Poleng, Mengoepeh, Meslu, Mudi Mix, NSC/Katapa/Arbei, Pagerungan Condensate, Pam Juata/Sanga-Sanga Mix/Mamburungan, Pangkah, Ramba/Tempino, Rimau/Tabuhan, Sangatta, Selat panjang, Sepinggan Yakin Mix, South Jambi Condensate, Tanjung, Talang Akar Pendopo (TAP)/Air Hitam, Tiaka, Udang, Walio Mix, West Seno Bangka Mix.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here