Blok Stabroek di offshore Guyana, Amerika Selatan.

Texas, Petrominer – ExxonMobil berhasil menemukan cadangan migas baru di Longtail-3, blok Stabroek di offshore Guyana, Amerika Selatan. Pengeboran di sumur Longtail-3 ini menghasilkan net pay setebal 230 kaki (70 meter), termasuk bantalan reservoir hidrokarbon berkualitas tinggi di bawah penemuan Longtail-1.

Sumur eksplorasi tersebut terletak sekitar 3,5 kilometer selatan sumur Longtail-1. Sumur dibor hingga kedalaman di lebih dari 1.860 meter air oleh Stena DrillMAX.

“Longtail-3 merupakan kombinasi dari penemuan kami baru-baru ini di Uaru-2, yang berpotensi meningkatkan perkiraan sumber daya di blok Stabroek. Ini menunjukkan pertumbuhan lebih lanjut dari sumber daya kelas dunia dan peluang pengembangan potensial yang tinggi di offshore Guyana,” kata Senior Vice President Exploration and New Ventures ExxonMobil, Mike Sepupu, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Rabu (9/6).

“Kami akan terus meningkatkan keunggulan kompetitif inti kami dalam kegiatan eksplorasi yang sedang berlangsung, yang memberikan nilai substansial kepada masyarakat Guyana, mitra, dan pemegang saham kami,” ucap Sepupu.

Penemuan Longtail-1 di blok Stabroek dibor pada tahun 2018, menghadapi sekitar 256 kaki (78 meter) reservoir batu pasir yang mengandung minyak berkualitas tinggi.

Pada kuartal I-2021, ExxonMobil telah mengerahkan dua kapal pemboran (drillship), yakni Stena DrillMAX dan Noble Sam Croft, untuk melakukan eksplorasi dan evaluasi lebih lanjut, sambil melanjutkan kegiatan pengeboran pengembangan di offshore Guyana. Usai menggarap sumur ke 15 di blok Stabroek, DrillMAX akan pindah ke Whiptail-1, sementara Noble Sam Croft mendukung pengeboran pengembangan Liza Fase 2.

Pada kegiatan pemboran lainnya di blok Stabroek, sumur evaluasi Mako-2 menegaskan kualitas, ketebalan dan luasan reservoir. Ketika diintegrasikan dengan penemuan yang diumumkan sebelumnya di Uaru-2, data tersebut mendukung potensi floating production storage and offloading (FPSO) kelima di area timur kompleks Liza. Sumur eksplorasi Koebi-1 di blok Stabroek telah menunjukkan bukti adanya hidrokarbon non-komersial.

Pada kuartal pertama tahun ini, lebih dari 2.600 pekerja Guyana dan 600 pemasok lokal mendukung kegiatan ExxonMobil di negara tersebut. Staf Guyana telah menyelesaikan lebih dari 40.000 jam pelatihan di Guyana, Trinidad dan Tobago, dan Amerika Serikat.

Blok Stabroek memiliki luas 6,6 juta hektar (26.800 kilometer persegi). Afiliasi ExxonMobil Esso Exploration and Production Guyana Ltd. adalah operator dan memegang 45 persen saham blok Stabroek. Mitra lainnya adalah Hess Guyana Exploration Ltd. (30 persen) dan CNOOC Petroleum Guyana Ltd. (25 persen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here