Pencanangan kegiatan rehabillitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Riau.

Jakarta, Petrominer – SKK Migas EMP Malacca Strait SA (MSSA) merehabillitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Riau. Kegiatan yang juga melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ini digelar dalam rangka berpartisipasi meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Pencanangan kegiatan tersebut digelar secara virtual dan fisik, Senin (7/9), dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Turut hadir Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahju, dan General Manager EMP MSSA, Kelik Rudi Suharya.

Pada kesempatan tersebut, Sulistya menyatakan bahwa industri hulu migas selalu berusaha dan menaati peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia untuk menjaga lingkungan hidup, terutama di sekitar wilayah operasi hulu migas.

“Hingga saat ini, terdapat 19 lokasi DAS yang sedang direhabilitasi dengan total luasan ± 6.034,18 Hektar yang dilakukan oleh 12 KKKS. Dalam setiap kegiatan rehabilitasi DAS, selalu melibatkan masyarakat sekitar lokasi dimaksud,” ungkapnya.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) EMP MSSA adalah pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti seluas 538,04 dan mempunyai salah satu kewajiban untuk melakukan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS. Lokasi rehabilitasi DAS adalah di Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dengan luas 592 hektar.

Menurut Sulistya, pelaksanaan rehabilitasi DAS sebagai pemenuhan kewajiban IPPKH di Taman Nasional Tesso Nilo merupakan bukti kepedulian industri hulu migas dalam melestarikan ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo. Ini bukan hanya untuk memberikan dampak positif bagi pemulihan lingkungan, nanun juga untuk meningkatkan kontribusi bagi perekonomian nasional.

Sejak Oktober 2019, kegiatan penanaman Rehabilitasi DAS seluas 592 Ha tersebut memberdayakan tiga kontraktor daerah setempat, dengan melibatkan sembilan Kelompok Tani Hutan Konservasi, yang telah memenuhi standar pengadaan barang dan jasa industri hulu migas. Selama empat tahun kontrak rehabilitasi DAS, kegiatan penanaman akan dilanjutkan dengan pemeliharaan tanaman sebelum dilakukan serah terima di tahun 2022. Adapaun jenis tanaman meliputi pulai, tembesu, jengkol, petai, durian, matoa, dan cempedak.

General Manager EMP MSSA, Kelik Rudi Suharya, mengatakan saat ini penanaman rehabilitasi DAS yang dikerjakan sudah selesai 100 persen. Rehabilitasi DAS ini walaupun merupakan kewajiban, namun sejalan dengan komitmen EMP untuk lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan penanaman ini secara otomatis juga membuka lapangan pekerjaan baru khususya bagi masyarakat tempatan, yang tentunya akan berujung dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat sekitar,” tegas Kelik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here