Tim AGNI dan ELbike Elnusa saat acara showcase ELbike untuk internal di Graha Elnusa, Jakarta Selatan, awal akhir 2020 lalu.

Jakarta, Petrominer – Tidak lama lagi, para pemilik sepeda motor konvensional bisa memodifikasi dan mengkonversinya menjadi sepeda motor listrik. PT Elnusa Tbk sedang mengembangkan bisnis ini setelah berhasil membuat beberapa prototype produknya.

Produk ini memang berbeda dengan produk utama lini bisnis Elnusa, yakni sebagai perusahaan layanan di bidang energi. Melalui Program Corporate Innovation AGNI, Elnusa mampu mengakselerasi inovasi serta menumbuhkan budaya serta mengelola inovasi dengan cara baru dalam mengembangkan bisnis melalui pendirian rintisan (start-up). Setelah setahun berjalan, program ini menghasilkan empat produk yang salah satunya adalah Elbike.

Para inventor muda Elnusa mulai memperkenalkan Elbike akhir tahun 2020 lalu. Dalam sebuah pameran untuk internal di Graha Elnusa, mereka menampilkan prototype produk itu untuk menggali feedback dalam melakukan pengembangannya.

“Saya tidak menyangka teman-teman Agniers dapat membuat sepeda motor listrik yang menarik, namun nantinya harga jual dan layanan yang ditawarkan harus menarik agar bisa kompetitif dengan yang ada di market saat ini, dan nantinya diharapkan dapat dibuat menjadi tiga versi berdasarkan output tenaga yang dihasilkan agar sesuai dengan kegunaan dan juga harganya,” ujar Direktur Pengembangan Usaha & Operasi Elnusa, Arief Riyanto, usai mencoba langsung Elbike di area parkir Graha Elnusa, Senin (11/1).

Tim Elbike dibentuk oleh tiga pemuda pekerja Elnusa, yakni Fachrul Muttaqien, M. Reza Falevi dan M. Dhea Titis G. Mereka membuat Elbike karena adanya peluang usai melihat sedikitnya penyediaan jasa konversi motor listrik serta masih kurangnya varian motor listrik buatan lokal yang berdesain menarik.

Elbike mengembangkan produk berupa layanan konversi dan modifikasi motor listrik, baik berupa kit maupun produk akhir sepeda motor listrik. Nantinya, para pemilik sepeda motor konvensional yang ingin mengkonversi kendaraannya menjadi sepeda motor listrik dapat menggunakan jasa Elbike. Layanan tersebut dilakukan melalui platform digital untuk desain serta pemesanan yang telah disediakan.

Elbike memiliki beberapa desain produk motor listrik yang berbeda di tiap produknya. Produk andalannya adalah ECR-3000 “Bima Enduro” Supermoto Traill Bike. Kendaraan ini dapat dipacu hingga 100 km per jam.

Selain itu, ada juga ECR-1000 “Classic” yang terinspirasi Harley Davidson Twin Model 10F tahun 1914 dan juga ECR-500 “Gorilla” yang terinspirasi Honda Z50 “Monkey” yang saat ini kepopulerannya menanjak dan diburu oleh kolektor sepeda motor.

“Bagus motornya, dari sisi frame, center of gravity, responsive dan pengendalian, sudah setara sepeda motor listrik pabrikan besar,” ujar VP Oilfield Services Elnusa, Rony Hartanto yang juga merupakan penggemar sepeda motor Vespa.

Direktur Operasi dan Pengembangan Usaha Elnusa, Arief Riyanto, sedang mengendarai motor ELbike ECR3000.

Menurut Manager AGNI, Deny Christian, Elbike nantinya tidak hanya menyediakan jasa modifikasi dan konversi, tetapi juga berencana bekerja sama dengan start-up AGNI lain yaitu Evine, dalam hal layanan terintegrasi pengecasan cepat (Fast Charging) dan manajemen baterai.

Selain itu, ada juga produk start-up lainnya yang saat ini tengah diluncurkan dan terbuka untuk bersinergi dengan Pertamina Group maupun eksternal lain, diantaranya PROOF, Job Posting Platform; SOEPPLY, B2B Marketplace Platform; EVINE, fast charging station & battery management service.

“Kami memang mendorong teman-teman Agniers untuk berkolaborasi dalam pengembangan produk, tidak hanya sesama Agniers, tapi juga startup lain di luar Elnusa, agar akselarasi produknya optimal,” ungkap Deny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here