, , ,

857 UMK Binaan Pertamina Lolos Tahap Nasional

Posted by

–

Jakarta, Petrominer – Sebanyak 857 usaha mikro dan kecil (UMK) binaan PT Pertamina (Persero) lolos ke tahap nasional Pertamina UMK Academy 2026. Mereka terpilih setelah menyisihkan lebih dari 1.500 peserta dalam pembinaan regional yang berlangsung sejak September 2026.

Kelulusan tersebut didasarkan pada keaktifan peserta mengikuti pelatihan, webinar, pendampingan, pameran, dan coaching, serta perkembangan usaha selama program berlangsung.

Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, mengatakan Pertamina UMK Academy merupakan program inkubasi usaha yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas, kualitas manajemen, dan daya saing UMK. Program ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan meningkatkan eksposur produknya.

“Melalui Pertamina UMK Academy, kami ingin memastikan UMKM memiliki kapabilitas dan kualitas yang semakin baik, tidak hanya untuk produk namun juga untuk manajemen bisnisnya. Pelatihan yang diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan pelaku usaha agar produk-produk unggulan daerah dapat berkembang dan bersaing hingga tingkat nasional,” ujar Rudi, Sabtu (7/11).

Jawa Tengah-DIY menjadi wilayah dengan jumlah peserta lolos terbanyak, yakni 135 UMK dari 211 peserta. Berikutnya, Jawa Timur dengan 129 UMK dari 215 peserta. Sementara itu, Bali-Nusra mencatat persentase kelulusan tertinggi sebesar 60,9%.

Berdasarkan sektor usaha, kuliner dan makanan-minuman mendominasi dengan 483 UMK atau 56,4% dari total peserta yang lolos. Disusul fesyen dan wastra sebanyak 169 UMK (19,7%), serta kerajinan dan perhiasan sebanyak 159 UMK (18,6%).

Peserta lainnya berasal dari sektor agribisnis sebanyak 21 UMK, kesehatan, kecantikan dan perawatan rumah tangga 17 UMK, serta jasa dan perdagangan umum delapan UMK.

Memasuki tahap nasional yang berlangsung hingga Desember 2026, peserta akan mendapatkan pembinaan lanjutan berdasarkan penilaian enam aspek, yaitu pemasaran dan pasar, keuangan, operasional dan sumber daya manusia, legalitas, digitalisasi, serta uji pasar dan produk.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, peserta akan dikelompokkan ke dalam empat kelas pembinaan, yakni Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Pengelompokan ini bertujuan menyesuaikan materi pelatihan dan pendampingan dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing usaha.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan penguatan UMK merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap UMK mitra Pertamina tidak hanya tumbuh dari sisi omzet dan kualitas produk, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi di daerahnya. Ketika UMK berkembang, peluang untuk membuka lapangan pekerjaan baru dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat juga semakin besar,” kata Baron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *