Houston, Texas.

Houston, Petrominer – Sebelas perusahaan telah menyatakan minatnya untuk mendukung penerapan teknologi carbon capture and storage (CCS) berskala besar di Houston. Mereka adalah Calpine, Chevron, Dow, ExxonMobil, INEOS, Linde, LyondellBasell, Marathon Petroleum, NRG Energy, Phillips 66, dan Valero.

Ke-11 perusahaan besar tersebut sepakat untuk mulai membahas program penangkapan dan penyimpanan secara aman hingga 50 juta metrik ton CO2 per tahun pada tahun 2030 dan sekitar 100 juta metrik ton pada tahun 2040 mendatanng. Rencana ini diyakini bisa membantu mengatasi emisi CO2 industri, yang selama ini menjadi penyumbang terbesar di Amerika Serikat.

Secara kolektif, kelompok 11 perusahaan itu sedang mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi CCS di pembangkit listrik dan fasilitas produksi produk mereka yang biasa digunakan masyarakat setiap hari, seperti plastik, bahan bakar motor, dan kemasan. Jika teknologi CCS diterapkan sepenuhnya di fasilitas-fasilitas ke-11 perusahaan itu beroperasi di Houston, hampir 75 juta metrik ton CO2 per tahun dapat ditangkap dan disimpan pada tahun 2040.

Selain 11 perusahaan itu, beberapa perusahaan lainnya akan segera bergabung untuk menambah lebih banyak lagi kapasitas penangkapan CO2. Mereka akan menyampaikan dukungannya di kemudian hari dan menambahkan momentum lebih lanjut menuju ambisi kota Houston menjadi netral karbon pada tahun 2050 mendatang.

“Melalui kerjasama ini, Houston dapat mencapai target net zero, dan sangat menyenangkan melihat begitu banyak perusahaan berkumpul untuk menjadikan Houston pemimpin dunia dalam penangkapan dan penyimpanan karbon,” kata Walikota Houston, Sylvester Turner.

“Kami sedang membayangkan kembali apa artinya menjadi ibu kota energi dunia, dan menerapkan teknologi yang telah terbukti mengurangi emisi adalah salah satu cara terbaik untuk memulainya,” ungkap Turner

Pengembangan CCS skala luas di wilayah Houston akan membutuhkan dukungan kolektif dari industri, masyarakat, dan pemerintah. Jika kebijakan dan peraturan yang tepat diterapkan, CCS dapat menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja baru, melindungi lapangan kerja saat ini, dan mengurangi emisi dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan teknologi lainnya yang telah tersedia secara luas. Ke-11 perusahaan ini akan terus mengadvokasi kebijakan yang memungkinkan kelangsungan komersial jangka panjang dari investasi baru CCS, yang diperluas dan yang sudah ada di Texas.

CCS adalah proses menangkap CO2 dari aktivitas industri yang seharusnya dilepaskan ke atmosfer dan menyuntikkannya ke dalam formasi geologi bawah tanah untuk penyimpanan yang aman, terjamin, dan permanen. Dengan peraturan yang mendukung, CO2 dari kawasan industri Houston dapat disimpan dengan aman di kawasan Gulf Coast AS dalam formasi ribuan kaki di bawah permukaan atau dasar laut.

Departemen Energi AS memperkirakan kapasitas penyimpanan di sepanjang Gulf Coast AS cukup untuk menampung 500 miliar metrik ton CO2. Jumlah ini lebih dari 130 tahun dari total emisi industri dan pembangkit listrik di negara itu, berdasarkan data tahun 2018.

Meskipun energi terbarukan akan terus memainkan peran penting di masa depan energi rendah karbon, CCS adalah salah satu dari sedikit teknologi yang telah terbukti dapat memungkinkan beberapa sektor industri untuk melakukan dekarbonisasi, seperti manufaktur dan industri berat.

International Energy Agency (IEA) memproyeksikan CCS dapat mengurangi hingga 15 persen emisi global pada tahun 2040, dan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB memperkirakan upaya dekarbonisasi global dapat dua kali lebih mahal tanpa CCS.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here