, ,

Dukung Komitmen Transisi Energi, Pertamina Agresif Cari Sumber Gas

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus berupaya meningkatkan kinerja untuk mendukung ketahanan energi nasional. Subholding Upstream Pertamina ini juga terus memberikan upaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Berdasarkan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), komposisi bauran besaran energi Indonesia diperkirakan akan didominasi oleh Energi Baru Terbarukan (EBT) pada tahun 2050. Meski begitu, energi dari minyak dan gas diperkirakan juga tetap berperan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, memaparkan bahwa sepanjang tahun 2022, PHE telah menjalankan strategi operasi masif dan agresif melalui keberhasilan sejumlah pengeboran eksplorasi. Hasilnya, ada penambahan sumber daya 2C terambil sebesar 144 MMBO untuk minyak dan 931 BCFG untuk gas.

“Temuan cadangan gas ini didukung dari keberhasilan pengeboran eksplorasi sumur Sungai Gelam Timur-1, Wilela-001, Bajakah-001, Kolibri-1, Manpatu-1X, Markisa-001, dan GQX yang telah divalidasi besaran sumber dayanya di tahun 2022. Sementara untuk discovery R-2, S-2, Sungai Rotan-1, dan Kembo-001 akan di catatkan di tahun 2023,” ungkap Muharram, Selasa (13/12).

Dalam melakukan kegiatan eksplorasi, menurutnya, PHE menerapkan beberapa teknologi terkini. Salah satunya, 2D Seismic Broadband dengan panjang lintasan lebih dari 32.000 km, yang merupakan survei seismic offshore terpanjang di Asia Pasifik selama 10 tahun terakhir. PHE juga melakukan Full Tensor Gradiometry (FTG) yang baru pertama kali digunakan di Indonesia, dan 2D Vibroseis Acquisition yang memiliki teknologi mutakhir untuk evaluasi target sub-vulkanik yang lebih baik melalui penerima nirkabel.

“Selain itu sebagai bagian dari value chain Pertamina integrated energy company, PHE juga didukung oleh infrastruktur Subholding Gas,” jelas Muharam.

Dia juga menjelaskan mengenai inovasi LPG Production Booster System di Kilang Badak LNG Bontang. Teknologi tersebut dapat meningkatkan produksi LPG untuk wilayah Bontang hingga 323 persen sebesar 603 M3 per hari.

“Dengan penemuan teknologi ini, memberikan harapan bahwa kita bisa menghasilkan tambahan produksi LPG nasional, yang secara otomatis dapat mengurangi impor LPG. Efisiensi atau mengurangi penggunaan energi secara cermat dan hemat bisa memberikan kontribusi pada penurunan karbon emisi,” ucap Muharram.

PHE juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai partisipan/member sejak Juni 2022. PHE berkomitmen pada 10 Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek Environment, Social, and Governance (ESG). PHE mendapatkan rating ESG 30,5 atau peringkat 23 dari total 250 oil & gas producers. PHE akan terus mengembangkan pengelolaan operasi di dalam dan luar negeri secara profesional untuk mewujudkan pencapaian menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang environmentally friendly, socially responsible and good governance.

“Sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) pemerintah pada tahun 2060, PHE juga memiliki strategi transisi energi melalui peningkatan pemanfaatan energi gas yang ramah lingkungan, program dekarbonisasi dan inovasi teknologi Carbon Capture Utilization & Storage (CCUS) dan Carbon Capture Storage (CCS),” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *