Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Jum’at (10/6).

Jakarta, Petrominer – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) secara aktif mengoptimalkan pendanaan yang diterima untuk pengembangan kegiatan usaha dan mendukung potensi ekspansi. Dalam tiga bulan pertama tahun 2022, perusahaan ini telah melakukan dua akuisisi besar yaitu PT Hamparan Logistik Nusantara (Nikel) PT Andalan Bersama Investama (Emas).

MDKA mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa yang digelar, Jum’at (10/6), untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Disetujui mengeluarkan maksimal 2,29 miliar lembar saham atau maksimal 10 persen dari jumlah seluruh modal ditempatkan atau disetor MDKA pada tanggal Pengumuman RUPSLB MDKA.

“Persetujuan Non-HMETD ini bertujuan untuk memberikan flexibilitas pendanaan untuk Perseroan dalam pengembangan kegiatan usaha dan mendukung potensi ekspansi. Hingga saat ini, kami masih terus melakukan pengembangan di aset-aset utama kami, termasuk melihat peluang pengembangan di sektor potensial,” ujar Presiden Direktur MDKA, Albert Saputro, dalam Paparan Publik Tahunan yang diselenggarakan secara daring, Jum’at (10/6).

Dia menambahkan, MDKA aktif mengoptimalkan potensi pendanaan untuk mendukung pengembangan bisnis. Hingga 31 Maret 2022, MDKA tercatat memiliki saldo kas senilai US$ 122 juta dengan fasilitas utang yang belum ditarik sebesar US$ 100 juta dari Fasilitas Kredit Bergulir (Revolving Credit Facility) dengan PT Bank UOB Indonesia, The Korean Development Bank, dan PT Bank Mizuho Indonesia. MDrKA juga berhasil meraup dana segar senilai US$ 882 juta dari berbagai aksi korporasi seperti right issue, penerbitan obligasi dalam mata uang Rupiah dan fasilitas utang per 16 Mei 2022.

Dalam tiga bulan pertama 2022, MDKA berhasil melakukan akuisisi 50 persen kepemilikan Lion Selection Asia Limited (LSA) di PT Pani Bersama Jaya (PBJ), yang menjadikan kepemilikan ekonomis MDKA pada Proyek Emas Pani meningkat menjadi 70 persen. Selanjutnya, MDKA juga telah merampungkan akuisisi 55,67 persen kepemilikan saham di PT Hamparan Logistik Nusantara (HLN) melalui anak usahanya yakni PT Batutua Tembaga Abadi (BTA). Di mana HLN telah mengakuisi proyek tambang nikel dengan cadangan bijih nikel terbesar di dunia dan aset pemurnian nikel yang telah beroperasi.

Perseroan juga melakukan investasi di nikel, kobalt, dan tembaga yang akan terus berlanjut dan berkembang seiring dengan kemitraan strategis yang terjalin dengan Hong Kong Brunp Catl Co. Ltd., pemasok terbesar dunia untuk baterai kendaraan listrik.

Kinerja Keuangan

Dalam kesempatan itu, Corporate Secretary MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri, mengatakan dari sisi keuangan dan operasional, MDKA mencatatkan kinerja cemerlang pada Kuartal I-2022. MDKA memproduksi 33.968 ounces emas yang meningkat hingga 104,8 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 16.585 ounces. Produksi tembaga MDKA juga meningkat sebesar 111,6 persen dari 2.489 ton di Kuartal I 2021 menjadi 5.267 ton di periode yang sama di tahun ini.

MDKA mencatatkan laba sebesar US$ 65,41 juta, yang melonjak signifikan dari sebelumnya merugi US$ 6,34 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. MDKA menorehkan pendapatan yang lebih kuat yang dicerminkan oleh capaian EBITDA sebesar US$ 105 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 25 juta. Perolehan laba dan EBITDA ini didorong oleh eksistensi dan operasional aset MDKA yakni, Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Tembaga Wetar.

Sepanjang tahun 2022, Tambang Emas Tujuh Bukit ditargetkan memproduksi pada kisaran 100.000 ounces hingga 120.000 ounces emas dengan AISC sebesar US$ 1.000 per ounce hingga US$ 1.100 per ounce, setelah dikurangi kredit perak. Per 31 Maret 2022, sebanyak 49.217 ounces emas dilindung nilai dengan harga rata-rata US$ 1.864 per ounce untuk periode April 2022 sampai dengan Juni 2023.

Sementara Tambang Tembaga Wetar ditargetkan memproduksi di kisaran 18.000 ton hingga 22.000 ton tembaga dengan AISC sebesar US$ 6.820 per ton hingga US$ 7.480 per ton. Tingkat produksi akan meningkat pada tahun-tahun selanjutnya setelah dimulainya penggunaan Water Treatment Plant. Per 31 Maret 2022, sebanyak 2.000 ton tembaga dilindung nilai dengan harga rata-rata US$ 9.838 per ton untuk periode April sampai Juli 2022.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here