Jakarta, Petrominer – Panitia Kerja (Panja) Migas Komisi VII DPR RI memastikan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memiliki kemampuan untuk menjalankan penugasan dari Pemerintah. Terutama untuk mencapai Indonesia yang berdaulat dan mandiri di bidang energi.

Hal itu disampaikan Ketua Panja Migas Komisi VII, Herman Khaeron dalam kunjungan kerja Panja Migas ke kantor Pusat PGN, Selasa (13/2). Herman didampingi sejumlah anggota Panja Migas di antaranya Aryo Djojohadikusumo, Harry Poernomo, dan Kurtubi.

Rombongan anggota Komisi VII DPR ini diterima langsung oleh Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim, beserta para direksi.

Menurut Herman, salah satu upaya untuk mencapai kedaulatan di bidang energi adalah program konversi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).

“Kalau kami nilai sementara ini, PGN saya kira memiliki kapasitas, sehingga perlu kebijakan negara untuk mendorong agar PGN bisa berperan lebih luas lagi,” tegasnya.

Ada sejumlah agenda yang dilakukan dalam kunjungan kerja tersebut. Selain mendengarkan paparan dari jajaran direksi PGN, Tim Panja Migas juga mengunjungi sejumlah fasilitas PGN yakni call center, control room, dan mengecek langsung Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang berada di halaman kantor pusat PGN.

Herman menegaskan, dari kunjungan hari ini, terbukti bahwa PGN memiliki kemampuan yang besar sebagai sebuah BUMN gas bumi. Peran PGN juga diharapkan lebih luas ini tidak hanya terkait program konversi, melainkan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Dalam hal ini, menurutnya, PGN harus mendapat kepercayaan penuh dari pemerintah untuk menjalankan program di sektor energi khususnya pemanfaatan gas bumi.

Namun persoalannya, ujar Herman, Pemerintah masih perlu memastikan ada pemberian diskresi untuk PGN terkait sumber gas. “Harusnya diberikan kekhususan bahwa PGN sebagai badan usaha milik negara yang ditugasi untuk konversi dan pelayanan kepada masyarakat ini mendapat kewenangan untuk menjamin gas bumi yang berkelanjutan dan harga yang lebih murah,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PGN menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kerja Panja Migas ini. “Kami bangga hari ini bisa menunjukkan kepada rombongan panja migas apa yang kami kelola selama ini, bagaimana kami mengelola pelanggan kami dari call center, kemudian mengendalikan operasi kami dari control room, dan mengunjungi fasilitas SPBG yang ada di kantor kami,” kata Jobi.

Menurutnya, kunjungan kerja ini juga menjadi kesempatan bagi para anggota Panja Migas untuk berinteraksi langsung dengan para pengemudi bajaj dan taksi yang menggunakan bahan bakar gas untuk kendaraannya. Mereka bisa langsung mendengarkan sendiri bagaimana manfaat penggunaan gas bumi yang hemat dan efisien ini bagi para pengendara taksi dan bajaj.

“Mudah-mudahan kunjungan ini bisa memberi manfaat bagi para anggota panja sehingga nantinya sebagai counterpart pemerintah bisa memberikan masukan-masukan yang positif bagi pengembangan sektor minyak dan gas bumi di Indonesia,” ujar Jobi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here