, ,

Dioptimasi, Produksi Sumur Sepinggan V-7 Lampaui Target

Posted by

Balikpapan, Petrominer — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil meningkatkan produksi sumur Sepinggan V-7 melalui proyek optimalisasi sumur existing. Produksi minyak sumur tersebut mencapai 710 barel minyak per hari (BOPD), lebih dari dua kali lipat target yang ditetapkan.

Tak hanya minyak, sumur Sepinggan V-7 juga menghasilkan gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), yang melampaui target awal sebesar 0,5 MMSCFD. Capaian tersebut diperoleh setelah PHKT membuka kembali akses menuju zona potensial sumur yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature,” ujar General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, Jum’at (11/9).

“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT,” ujarnya.

Zona Potensial Dibuka

Optimalisasi Sepinggan V-7 diawali dengan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur. Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil dibuka, PHKT melanjutkan pekerjaan melalui workover (WO) dan perforasi pindah lapisan pada zona yang dinilai memiliki potensi produksi.

Hasil pengujian menunjukkan respons positif. Berdasarkan pengujian produksi pada 1 September 2026, sumur V-7 mampu mencatatkan produksi migas di atas perkiraan awal, dengan capaian minyak 710 BOPD dan gas 0,8 MMSCFD.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, mengapresiasi keberhasilan PHKT tersebut. Capaian V-7 menunjukkan masih terbukanya peluang peningkatan produksi melalui optimalisasi aset yang sudah ada.

“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target,” ujar Haryanto.

Dia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan kemampuan PHKT dalam mengidentifikasi potensi aset dan menentukan metode pekerjaan yang tepat, sehingga sumur existing masih dapat memberikan tambahan produksi. Keberhasilan ini diharapkan bisa mendorong PHKT untuk terus menggali peluang peningkatan produksi dari aset yang ada, khususnya di wilayah Kalimantan.

“Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi keberlanjutan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi nasional,” ujar Haryanto.

PHKT merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 10 yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka, Kalimantan Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *