Dinilai Sukses dan Efisien, Pengeboran Sumur Gemah-81 Dijadikan Role Model

0
105
Lokasi pengeboran sumur Gemah-81 di blok Jabung, Jambi.

Jambi, Petrominer – PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) telah menyelesaikan program pengeboran sumur Gemah-81 di blok Jabung, Jambi. Begitu juga uji produksinya pada 11 Pebruari 2026 lalu. Selain hasilnya sangat baik, program kerja ini juga mencatat efisiensi biaya yang signifikan dibandingkan estimasi awal proyek.

Menurut keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Sabtu (14/2), keberhasilan ini bakal menjadi pijakan bagi program pengeboran lanjutan. Dalam waktu dekat, PCJL akan melanjutkan pengeboran dua sumur tambahan yaitu Gemah-85 dan NEB-85 ST guna menjaga momentum peningkatan produksi. 

“Langkah tersebut memperlihatkan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung stabilitas pasokan energi nasional,” tulis PCJL dalam keterangan tersebut.

Selain keberhasilan teknis, proyek ini juga menonjol dari sisi efisiensi operasional. Kegiatan pengeboran berlangsung aman tanpa insiden keselamatan kerja dengan realisasi biaya sekitar US$ 5,32 juta atau setara 85 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui oleh SKK Migas. Disiplin biaya tersebut mencerminkan optimalisasi desain pengeboran, perencanaan matang, dan koordinasi operasional yang efektif.

Dengan kombinasi performa teknis yang kuat, standar keselamatan yang terjaga, serta efisiensi biaya, sumur Gemah-81 menjadi contoh operasi hulu migas yang dapat memberikan dampak langsung terhadap ketahanan energi nasional. Capaian ini memperkuat optimisme bahwa pengelolaan sumber daya domestik yang efektif dapat menjadi pilar penting bagi kemandirian energi Indonesia di masa depan.

Sumur Gemah-81 dirancang dengan tiga target reservoir, dan target utama berada pada interval kedalaman 7.259–7.281 feet measured depth (MD). Hasil pengujian menunjukkan performa produksi yang kuat.

Sumur menghasilkan laju alir gas sebesar 4,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) serta produksi kondensat sekitar 400 barel per hari. Capaian ini memperlihatkan potensi reservoir yang solid dan menambah pasokan energi domestik di tengah kebutuhan nasional yang terus meningkat.

Gas dan kondensat dari sumur tersebut direncanakan segera dialirkan ke fasilitas produksi eksisting Gemah Station dalam waktu sekitar dua minggu melalui pemasangan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter. Integrasi cepat ke infrastruktur yang sudah tersedia memungkinkan percepatan monetisasi produksi sekaligus mendukung kesinambungan suplai energi tanpa pembangunan fasilitas besar tambahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here