Dinilai Strategis, Kemenperin Apresiasi Pabrik Baru Schneider Electric

0
630
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta.

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi kepada PT Schneider Electric Indonesia atas keberhasilan pembangunan pabrik ketiga di Cikarang, Jawa Barat. Pabrik baru ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor industri manufaktur khususnya industri peralatan listrik di Indonesia, serta memanfaatkan potensi sumber daya nasional yang berkelanjutan.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, pembangunan ini bukan hanya sekadar dimulainya sebuah lini produksi. Pabrik tersebut juga menjadi simbol tekad bersama untuk menjadikan Indonesia pemain utama dalam industri manufaktur global.

“Inilah momentum untuk bangkit, berinovasi, dan menunjukkan bahwa anak bangsa mampu bersaing di ranah teknologi tinggi,” ujar Setia, Jum’at (27/6).

Dia juga menyebutkan bahwa pembangunan pabrik baru ini sejalan dengan upaya Pemerintah memperkuat fondasi transformasi industri nasional menuju visi Indonesia Emas 2045 melalui hilirisasi, digitalisasi ekonomi, dan transisi energi berkelanjutan. Ini juga bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan penguatan daya saing industri nasional dengan basis energi bersih.

Dalam acara peresmian pabrik Schneider Electric di Cikarang tersebut beberapa waktu lalu, Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kemenperin, Solehan, menyampaikan bahwa Kemenperin selalu menekankan pentingnya penggunaan produk dalam negeri dalam proses produksi dan pengadaan komponen industri.

Melalui peresmian pabrik ini, Kemenperin optimistis akan muncul lebih banyak investasi berkualitas dan sinergi lintas sektor demi mendorong kemandirian industri, menciptakan ekonomi hijau, dan mewujudkan masa depan Indonesia yang berdaya saing global dan berkelanjutan.

Sementara President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan menyampaikan bahwa ekspansi smart factory di Cikarang merupakan cerminan dari komitmen jangka panjang Schneider Electric untuk mendukung agenda transformasi dan ketahanan industri nasional.

“Inisiatif ini juga mencerminkan semangat bersama Indonesia dan Prancis dalam mendorong inovasi dan mengakselerasi teknologi hijau. Kehadiran Schneider Electric di Indonesia bukan sekadar investasi industri, melainkan bagian dari misi bersama untuk membangun ekosistem yang tangguh, berdaya saing global, dan siap menghadapi masa depan melalui pemanfaatan teknologi digital dan energi bersih,” ujar Martin.

Pabrik di Cikarang merepresentasikan komitmen Schneider Electric terhadap keberlanjutan dan inovasi. Fasilitas baru ini menerapkan teknologi EcoStruxure™, sistem panel surya atap, otomasi berbasis kecerdasan buatan (AI), serta digital Factory Acceptance Testing (FAT) untuk mengoptimalkan efisiensi operasional dan meminimalisir dampak lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here