, ,

Di Tengah Pandemi, Pertamina Terus Bergerak Capai Target

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) tetap melakukan pengeboran dan mengoptimalkan produksi di tengah berbagai tantangan terkait pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak April 2020 lalu. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa anak perusahaan hulu migas Pertamina telah berupaya semaksimal mungkin memperkuat ketahanan energi dengan menambah produksi sekaligus memperkuat cadangan migas. Upaya tersebut dilakukan melalui pengeboran sumur, workover, perawatan sumur, serta menjaga keandalan fasilitas produksi demi menghindari unplanned shutdown dalam rangka mencapai target produksi tahun 2020.

“Hingga triwulan 2-2020, meskipun dalam kondisi yang mengharuskan dilakukannya optimalisasi biaya dan efisiensi, Pertamina berhasil melakukan pengeboran eksploitasi sebanyak 138 sumur dan pekerjaan workover sebanyak 312 sumur,” ujar Fajriyah, Senin (27/7).

Seluruh aktivitas di hulu migas tersebut, menurutnya, telah dipastikan mematuhi protokol Covid-19 secara ketat. Selain itu, juga telah dilakukan berbagai penyesuaian dalam sistem kerja dalam rangka perlindungan pekerja.

Tidak hanya menggenjot kegiatan eksploitasi, Pertamina juga terus mengintensifkan kegiatan eksplorasi. Kabar terbaru dan membanggakan datang dari PT Pertamina EP dengan penemuan sumber daya migas baru di Cekungan Jawa Barat, tepatnya di sumur Akasia Prima-1 (AKP-1).

Fajriyah menjelaskan, sumur AKP-1 ditargetkan untuk membuktikan keberadaan hidrokarbon dengan potensi sumber daya pra-pengeboran (P50) sebesar 75 MMBO (juta barel minyak) dan 10,3 BCFG (miliar kaki kubik gas). Penemuan ini melengkapi kesuksesan Pertamina EP sebelumnya dalam menemukan cadangan gas sebesar 333,6 BCFG dari eksplorasi di sumur Wolai-002 di Sulawesi Tengah pada triwulan 1-2020.

“Masih dalam rangkaian kegiatan eksplorasi, per Juni 2020 Pertamina telah berhasil melakukan Survei Seismik Laut Regional 2D di lautan terbuka terbesar di Asia Pasifik sepanjang 27.576 km atau lebih dari 91 persen dari target 30.000 km. Upaya ini diharapkan dapat menemukan cadangan migas baru yang menjadi giant discovery bagi Indonesia,” ungkapnya.

Lampaui Target

Sementara itu, berdasarkan data per Juni 2020, total produksi migas Pertamina Group baik untuk aset domestik maupun internasional mencapai 884,1 MBOEPD (ribu barel setara minyak per hari). Dengan rincian, produksi minyak bumi sebesar 414,4 MBOPD (ribu barel minyak per hari) dan produksi gas bumi 2.721 MMSCFD (juta kaki kubik per hari).

Tidak hanya itu, dua anak perusahaan hulu Pertamina pun mencatat kinerja positif dengan mencapai target produksi sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) revisi. Kedua perusahaan itu adalah PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan realisasi produksi 107 persen atau 30.459 BOPD dan PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) sebesar 101 persen atau 12,3 MBOPD. Sementara tiga anak perusahaan lainnya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) realisasi produksinya tercapai 99,9 persen (82,2 MBOPD), Pertamina EP sebesar 99 persen (80,5 MBOPD), dan PT Pertamina Internasional EP (PIEP) 96 persen (99,4 MBOPD).

“Sesuai RKAP revisi, PHM dan PHSS berhasil melampaui target operasi setelah mencatatkan performa baseline (produksi eksisting) yang lebih baik dan ditambah dengan produksi dari well intervention (intervensi sumur),” jelas Fajriyah.

Untuk produksi gas bumi, anak usaha yang berhasil melampaui target adalah PHE yang realisasi produksinya mencapai 102 persen atau 800,4 MMSCFD. Pencapaian baik ini ditopang dari Blok ONWJ (Offshore North West Java) dengan produksi tercatat di atas target karena baseline yang baik, kehandalan fasilitas dan production losses yang minimal.

Di sisi lain, PHE juga terus berkoordinasi dengan konsumen dan SKK Migas untuk mengoptimalkan penyerapan dan penyaluran gas di tengah tantangan penurunan demand gas. Hal ini juga menjadi faktor yang mendorong meningkatnya penyerapan gas di Blok Jambi Merang maupun Blok Tomori.

Anak usaha lain, yakni PHI, Pertamina EP, dan PIEP mencapai realisasi produksi berturut-turut sebesar 99 persen (745 MMSCFD), 94 persen (876 MMSCFD), dan 91 persen (277 MMSCFD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *