Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah memulai Road Test penggunaan bahan bakar B30 pada kendaraan bermesin diesel. DFSK sebagai salah satu produsen kendaraan mesin diesel turut mensukseskan kegiatan ini. Ada dua unit DFSK Super Cab dalam uji coba jalan tersebut.

“Penggunaan Solar B30 memiliki pengaruh skala ekonomis dan juga efek lingkungan yang lebih baik. Ini sesuai dengan visi kami dalam menghadirkan kendaraan berkualitas dengan harga yang terjangkau untuk konsumen,” ujar Managing Director PT Sokonindo Automobile of Sales Centre, Franz Wang, dalam keterangan tertulis yang diterima Petrominer, Sabtu (15/6).

Dua unit DFSK Super Cab yang dipinjamkan merupakan varian 1.3 T Diesel dan akan diisi dengan Solar B20 dan juga B30, dengan kapasitas tangki bahan bakar minyak (BBM) hingga 55 liter. Pikap rakitan Cikande, Serang, Banten ini menggunakan mesin SFD 1.300 cc dengan tenaga 75 daya kuda dan torsi 190 Nm yang sudah teruji tangguh dan bandel di berbagai kondisi.

Road Test B30 mengajak DFSK Super Cab untuk menempuh jarak 50 ribu kilometer, dengan rute Lembang – Cileunyi – Nagreg – Kuningan – Tol Babakan – Slawi – Guci – Tegal – Tol Cipali – Subang – Lembang sejauh 560 kilometer per hari. Nantinya DFSK Super Cab akan melewati berbagai jenis kontur jalan, dan melihat sejauh mana efek penggunaan Solar B30 terhadap mesin yang sudah terbukti handal.

Keikutsertaan DFSK dalam Road Test B30 juga menjadi ajang yang tepat untuk melakukan riset efek terhadap Solar B30 ke mesin DFSK Super Cab. Sehingga ajang ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mendapatkan data-data dan informasi yang dibutuhkan, sampai kepada menguji ketangguhan DFSK Super Cab yang kini menjadi sahabat niaga masyarakat Indonesia.

Solar B30 merupakan salah satu bentuk inovasi bahan bakar solar dengan perpaduan antara 80 persen minyak solar dengan 20 persen minyak nabati atau nama lainnya fatty acid methyl ester (FAME). Saat ini, Solar yang ada di Indonesia masih di tahap pencampuran 20 persen FAME atau yang lebih dikenal dengan nama Solar B20, sesuai dengan SK Dirjen Migas Nomor 28 tahun 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here