Seluruh peralatan listrik yang digunakan, seperti kabel dan kWh meter, sudah melalui tahap pengujian untuk standarisasi di Laboraturium kabel dan tegangan rendah di PLN Pusertif, Jakarta. (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer – Sebagai korporasi, PT PLN (Persero) selalu menjaga standar dan kualitas pasokan listrik kepada masyarakat. Apalagi, pasokan listrik sangat bergantung kepada kualitas instalasi dan peralatan listrik yang digunakan.

Menurut Executive Vice President Corporate Communicaton and CSR PLN, Agung Murdifi, tugas tersebut dilakoni oleh salah satu unit PLN, yaitu PLN Pusat Sertifikasi (Pusertif). Unit ini bergerak di bidang Testing (pengujian), Inspection (inspeksi) dan Certification (sertifikasi)

“PLN Pusertif berperan dalam menjaga kualitas dan mutu material yang akan digunakan PLN, baik di sisi Transmisi, Distribusi, hingga kWh meter PLN. Unit PLN ini juga melakukan pengujian terhadap material kelistrikan tersebut sesuai standar yang berlaku,” jelas Agung saat mengunjungi kantor PLN Pusertif di Durentiga, Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

Dia juga menegaskan bahwa meskipun di tengah pandemi Covid-19, PLN terus menjaga pasokan dan keandalan listrik tetap terjaga. Pasalnya, listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat.

“Kami menyadari listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat, kami berupaya menjaga kualitas layanan dan terus menjamin pasokan demi kepuasan pelanggan,” ungkap Agung.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PLN Pusertif, Septa Hamid, menjelaskan bahwa seluruh peralatan listrik yang digunakan, seperti kabel dan kWh meter yang dipasang oleh PLN, sudah melalui tahap pengujian untuk dilakukan standarisasi di laboratorium PLN Pusertif.

“Dengan adanya standarisasi ini, maka seluruh material kelistrikan yang terpasang pada instalasi PLN akan memiliki fitur, fasilitas dan kualitas yang sama meskipun berbeda pabrik pembuatnya,” jelas Septa.

Menurutnya, standar yang telah ditetapkan ini akan menjadi panduan bagi pabrikan yang memasok hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan PLN. Dalam menetapkan standarisasi peralatan, PLN juga memperhatikan besaran tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sehingga hal ini akan mendorong perusahaan dalam negeri untuk tumbuh dan menjaga keberlangsungan ekonomi nasional.

Septa memberi contoh, standar PLN untuk meter prabayar disusun dengan merujuk pada standar internasional yang berlaku dalam industri meter prabayar dan disesuaikan (customize) dengan kebutuhan PLN dan pelanggan.

“Jadi siapapun produsennya, standarnya sama. Untuk peralatan instalasi kami cek kualitasnya, untuk kWh meter kami cek akurasinya, kami harus pastikan semuanya sesuai standar,” tegasnya.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi (Kiri), dan General Manager PLN Pusertif, Septa Hamid (kanan) sedang berbincang saat meninjau ruang Laboraturium Tera kWh meter di PLN Pusertif, Durentiga Jakarta Selatan, Rabu (22/7). (Petrominer/Fachry Latief)

Tidak hanya itu, PLN Pusertif juga menerima pengujian dan standarisasi peralatan kelistrikan yang akan digunakan para peminta jasa. PLN Pusat Sertifikasi juga menerbitkan sertifikat produk untuk kabel dan meter-meter yang terpasang di PLN dan peminta jasa juga selalu menjaga agar peralatan-peralatan tersebut memiliki kualitas yang sesuai standar sehingga menjamin pasokan listrik dan kepuasan pelanggan.

“Jadi kami tidak hanya melakukan sertifikasi untuk produk PLN saja, tetapi juga untuk peminta jasa di luar PLN, khususnya yang berhubungan dengan kelistrikan,” ucap septa.

Tidak hanya kWh meter dan kabel, sepanjang tahun 2019, PLN juga telah mengeluarkan 3.912 Sertifikat Laik Operasi mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, jaringan distribusi, serta 466 Sertifikat Sistem Pengawasan Mutu dan sertifikasi Standar Nasional Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here