Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus melakukan inovasi dan terobosan, yang out of the box untuk meningkatkan efisiensi industri hulu migas. Salah satunya adalah pengembangan e-catalog barang/jasa di industri hulu migas yang melibatkan 22 KKKS.
Hal itu dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) e-catalog antara SKK Migas dan KKKS, yang ditandatangani bersama, Kamis (13/4).
Melalui e-catalog ini, SKK Migas dan KKKS bisa lebih mempercepat digitalisasi pengadaan barang/jasa. Proses ini juga diharapkan mampu menciptakan proses rantai suplai hulu migas semakin efektif, efisien, akuntabel dan memberikan manfaat bagi tumbuh kembang kemampuan dalam negeri.
Menurut Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko, sistem digital yang dikembangkan SKK Migas ini merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden Joko Widodo agar pengadaan barang dan jasa dilakukan secara e-catalog untuk menciptakan efisiensi dan transparansi.
“E-catalog di sektor hulu migas menunjukkan bahwa industri hulu migas memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung efisiensi sekaligus memberikan kesempatan kepada perusahaan dalam negeri untuk ikut berkiprah menjadi penyedia barang dan jasa di industri hulu migas,” ungkap Rudi.
Melalui e-catalog diharapkan juga akan semakin meningkatkan porsi TKDN industri hulu migas yang saat ini sudah melampaui target Pemerintah. Tahun 2022, capaian TKDN hulu migas sebesar 64 persen atau sudah melampaui target TKDN Pemerintah yang ditetapkan 50 persen hingga tahun 2024.
Lebih lanjut, Rudi menyampaikan bahwa e-catalog ini diharapkan dapat lebih memudahkan KKKS dalam mencari penyedia barang dan jasa. Tentunya, kemudahan ini harus terus ditingkatkan, mengingat tahun 2023 investasi hulu migas nilainya sangat besar hingga mencapai US$ 15,5 miliar atau meningkat 26 persen dibandingkan realisasi investasi hulu migas tahun 2022.
“Investasi yang besar tersebut akan membantu meningkatkan industri dalam negeri sehingga memperkuat upaya mendorong penyedia barang/jasa nasional dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.
Sementara Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, menyebutkan bahwa e-catalog merupakan salah satu langkah untuk mendorong peningkatan multiplier effect industri hulu migas. Inovasi ini juga akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penyedia barang/jasa dalam negeri untuk dapat berkiprah menjadi vendor industri hulu migas nasional.
“Efisiensi yang dihasilkan dalam pengadaan barang/jasa melalui e-catalog akan memberikan dampak positif bagi penerimaan negara dari hulu migas yang semakin optimal, serta meningkatkan daya saing industri hulu migas nasional dikancah global. Sehingga diharapkan dapat menarik lebih banyak investor untuk masuk ke hulu migas,” ujar Hudi.
Pembaharuan CIVD
Selain e-catalog, dilaksanakan pula penandatanganan nota kesepahaman centralized integrated vendor database (CIVD) oleh 25 KKKS. Pembaharuan nota kesepahaman CIVD ini sangat penting dilakukan guna memastikan pengembangan dan operasional sistem CIVD serta kejelasan cost sharing antara KKKS yang masuk dalam kegiatan CIVD.
Melalui CIVD industri hulu migas dapat membangun database vendor yang transparan dan akuntabel, karena CIVD merangkum semua rekanan yang ada di KKKS. Hingga Maret 2023, jumlah perusahaan dalam negeri yang terdaftar di dalam database tersebut mencapai 22.925 perusahaan.








Tinggalkan Balasan