, ,

Demi Efisiensi Program Jargas, PGN Bangun Pabrik Pipa PE

Posted by

Karawang, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), melalui anak usahanya PT PGAS Solution, membangun pabrik pipa PE (Polyethylene) di Klari, Karawang, Jawa Barat. Pabrik pipa PE pertama di Pertamina Group ini siap mendukung program kerja Holding Migas.

Menurut Direktur Operasi PGAS Solution, Edi Armawiria, pabrik pipa PE ini menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pipa PE yang digunakan sebagai material utama konstruksi jaringan pipa gas rumah tangga. Pipa yang diproduksi diberi merek Solfipe.

“Pipa merk Solfipe ini diproduksi di pabrik seluas 3.000 m persegi di Klari, Karawang,” ujar Edi, Kamis (17/6).

Solfipe memiliki jenis diameter mulai dari 20 mm, 32 mm, 63 mm, 90 mm dan 110 mm. Pipa yang diproduksi ada dua tipe, yaitu MDPE-80 (Medium Density Polyethylene) untuk jaringan gas, dan HDPE-100 (High Density Polyethylene) yang biasa digunakan untuk subduct, fiber optic, air, dan masih banyak lagi.

Solfipe untuk pipa gas MDPE-80 sudah memiliki nilai TKDN di atas 25 peren. Sementara pipa HDPE-100 dengan nilai TKDN di atas 48 peren. Tidak hanya itu, Solfipe juga sudah mendapatkan sertifikat dari LEMIGAS yang proses pengujiannya menggunakan standard ISO 4437, sebagai Standard Pengujian Kualitas Pipa Polyethylene, sehingga dapat dipastikan semua pipa telah sesuai standar dan sudah aman.

Efisiensi Biaya

Sementara itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Achmad Muchtasyar, memaparkan bahwa pabrik pipa PE merupakan inovasi dan pencapaian dari PGAS Solution selaku bagian dari Subholding Gas dalam meningkatkan efisiensi biaya pembangunan.

Menurut Achmad, massifnya pembangunan jaringan gas rumah tangga perlu juga didukung dengan ketersediaan stok pipa PE. Di sisi lain, hal ini menjadi upaya untuk meningkatkan produk TKDN guna mendukung proyek strategis jaringan gas rumah tangga, khususnya untuk proyek jargas jangka pendek menengah tahun 2021-2022.

Dia menjelaskan, tingginya biaya investasi konstruksi jaringan gas menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Biaya material menjadi salah satu penyumbang tertinggi dalam sebuah proses pembangunan infrastruktur. Meskipun demikian, komitmen Pemerintah untuk terus mengoptimalkan pemerataan pemanfaatan gas bumi di Indonesia melalui Jaringan Gas Rumah Tangga tetap harus dilaksanakan dan didukung penuh.

“Kami harap dengan hadirnya pabrik pipa PE di PGAS Solution ini dapat menekan biaya pembangunan infrastruktur gas, karena selama ini biaya material selalu menjadi porsi terbesar dalam sebuah proses pembangunan infrastruktur gas. Pabrik pipa PE ini juga dapat memenuhi kebutuhan pipa PE pihak lain dan siap beroperasi 24 jam untuk menjamin ketersediaan kebutuhan pipa,” ungkap Achmad.

Pemerataan jaringan gas rumah tangga merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk mencapai diversifikasi energi, pengurangan subsidi, serta penyediaan energi bersih yang lebih murah. Dengan begitu, masyarakat dapat melakukan penghematan secara langsung dan dapat menggunakan energi yang aman, efisien dan ramah lingkungan.

“PGN berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan jargas secara masif guna mencapai bauran energi nasional dalam jangka panjang,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *