Nusa Dua, Petrominer – PT PLN (Persero) mendukung PT Tirta Investama (Danone Indonesia) untuk menjadi industri hijau yang menggunakan energi bersih. Hal ini ditandai dengan penyediaan sertifikat energi terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) milik PLN sebanyak 800 unit setara 800 Megawatt hour (MWh) listrik energi baru terbarukan (EBT).
Penyerahan REC dilakukan langsung oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, kepada Vice President Operations Danone Indonesia, Rizki Raksanugraha, Rabu (31/8). Disaksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana dan CEO Danone Indonesia, Connie Ang,
Untuk memenuhi kebutuhan energi terbarukannya, Danone juga telah membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap di pabrik Aqua di Mambal, Kabupaten Badung, Bali, dengan kapasitas 704,16 kWp.
Luhut mengapresiasi PLN yang mampu menyediakan REC dari pembangkit di dalam negeri.
“Dulu kalau mau REC ini adanya di New York. Saya senang Pak Darmo (Direktur Utama PLN) sudah menjual REC dari dalam negeri. Kita 278 juta penduduknya punya kekuatan sendiri yang membuat Indonesia lebih hebat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Darmawan menjelaskan bahwa dalam 2,5 tahun belakangan PLN telah mengembangkan REC dengan sertifikasi skala internasional. REC merupakan salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan pengakuan atas penggunaan EBT yang transparan, akuntable dan diakui secara internasional serta tanpa harus mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur.
“PLN mendukung penuh langkah aktif Danone dalam mewujudkan energi bersih di Indonesia, melalui pengembangan PLTS atap dan pembelian REC. Kami mengapresiasi langkah-langkah Danone Indonesia menjadi green industry. Kolaborasi PLN dan Danone berhasil membuat suatu industri yang tadinya emisi karbonnya tinggi menjadi lebih rendah,” tegasnya.
Saat ini, PLN sangat siap untuk memasok kebutuhan listrik bagi pelanggan industri. Selain pasokan listrik yang handal, PLN juga mempunyai REC yang bisa dimanfaatkan oleh industri demi memenuhi syarat listrik ramah lingkungan.
Seiring dengan kian tingginya kepedulian pelanggan PLN terhadap penggunaan energi ramah lingkungan, jumlah pelanggan yang memanfaatkan REC pun terus meningkat.
Hingga Juli 2022, PLN telah menyediakan REC untuk listrik setara 620.378 megawatt hour (MWh). Angka ini naik dari realisasi akhir tahun 2021 yang mencapai 308.201 MWh. Saat ini REC telah dimanfaatkan 186 pelanggan bisnis dan industri.
REC yang disediakan PLN membuktikan bahwa energi yang digunakan pelanggan berasal dari pembangkit listrik berbasis EBT yang diverifikasi oleh sistem tracking internasional, APX TIGRs yang berlokasi di California, USA. Dengan demikian, setiap REC dapat dipertanggungjawabkan, berkualitas tinggi, dan memenuhi standar internasional.
Saat ini, pembangkit green energy milik PLN yang terdaftar di APX adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW, PLTP Lahendong 80 MW dan PLTA Bakaru 130 MW, atau setara 2.500.000 MWh per tahun. Pelanggan yang lokasinya terpisah dari pembangkit green energy tersebut dimungkinkan juga menikmati layanan REC.









Tinggalkan Balasan