Sampai Maret 2021, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa-1 dengan kapasitas 1.760 MW telah mencapai 96 persen.

Karawang, Petrominer – PT Pertamina Power Indonesia sebagai Subholding Power and New Renewable Energy (PNRE) menyatakan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa-1 telah memasuki tahap akhir. Proyek Strategis Nasional ini, yang dikerjakan oleh afiliasinya PT Jawa Satu Power, akan menjadi PLTGU terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Subholding PNRE, Dannif Danusaputro, hingga saat ini progres pembangunan PLTGU Jawa-1 sudah mencapai 96 persen. Dengan begitu, target operasi akhir tahun 2021 ini diyakini bakal dicapai.

“Dari data-data progress, kami sangat optimis dapat memenuhi target Commercial Operation Date (COD) di Desember 2021,” kata Dannif saat menerima rombongan kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, Kamis (25/3).

Saat ini, jelasnya, kapal FSRU Jawa Satu sudah bersandar di fasilitas mooring yang disediakan pada pertengahan Maret 2021. Kapal ini memiliki arti penting karena menjadi fasilitas pendukung utama yang langsung terintegrasi dengan PLTGU Jawa-1 berlokasi di Desa Cilamaya, Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat.

Kapal tersebut akan berada di lepas pantai Cilamaya selama 25 tahun operasi sebagai fasilitas penyimpanan dan regasifikasi terapung, yang menjadi bahan bakar turbin pembangkit listrik. Selanjutnya, gas dikirim melalui pipa sepanjang 21 kilometer ke fasilitas pembangkit untuk memproduksi listrik hingga 1.760 Mega Watt (MW).

Lebih lanjut, Dannif menyampaikan bahwa proyek pembangunan ini telah melewati masa 25 juta jam kerja tanpa kecelakaan. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat, pekerjaan konstruksi juga dapat terus berjalan di masa pandemi Covid-19.

“Hal tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dari seluruh stakeholder, kami mengucapkan banyak terima kasih,” tegasnya.

Rombongan Komisi VII DPR dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno. Turut hadir dalam kunjungan kerja tersebut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, PT PLN (Persero).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here