Sebagian peserta aksi demo Masyarakat Sipil Peduli Energi dan Lingkungan di depan kantor PT Chevron Pacific Indonesia di Gedung Sentra Senayan I, Jakarta Pusat, Rabu (2/6).

Jakarta, Petrominer – Masalah limbah dari kegiatan operasional PT Chevron Pacific Indonesia di blok Rokan, Riau, kembali disorot. Padahal, kehadiran perusahaan migas asal Amerika Serikat ini sudah hampir berakhir.

Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Energi dan Lingkungan menggelar aksi di depan kantor PT Chevron Pacific Indonesia di Gedung Sentra Senayan I, Jakarta Pusat, Rabu (2/6). Aksi demonstrasi diwarnai dengan bentangan tulisan kekecewaan dan tuntutan kepada Chevron atas pencemaran limbah B3 dan Tanah Terkontaminasi Minyak yang terjadi di blok Rokan.

“Kami menginginkan adanya pertanggungjawaban dari PT Chevron Pacific Indonesia atas pencemaran limbah yang telah mereka hasilkan,” ujar Ibnu Mas’ud, salah satu peserta aksi

Aksi demonstrasi massa berupa jalan kaki di sekitar gedung tersebut dilakukan sambil menuliskan beberapa tuntutan kepada Chevron.

“Aksi ini merupakan simbolik kekecewaan sekaligus tuntutan kepada perusahaan Chveron di Indonesia yang harusnya bertanggungjawab atas pemulihan pencemaran limbah di blok Rokan, Riau,” ungkap Ibnu

Dia menjelaskan bahwa pasca gerakan ini, pihaknya akan memperluas gerakan dan menyambangi beberapa stakeholder yang bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan B3 dan TTM ke SKK Migas dan Kementerian LHK. Sebelumnya, Masyarakat Sipil Peduli Energi dan Lingkungan juga telah berusaha kooperatif dengan beberapa stakeholder yang mengurusi migas di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here