Jakarta, Petrominer – Sulawesi Tengah (Sulteng) akan memiliki Pukesmas Pembantu (Pustu) Plus yang pertama di provinsi tersebut. Lokasinya di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, atau sekitar 20 km sebelah selatan kota Palu.

“Fasiltas kesehatan tingkat pratama ini akan menyediakan layanan dokter, perawat, dan bidan di satu lokasi sehingga berbeda dibandingkan layanan Pustu pada umumnya,” ujar Vice President SMO Operations Chevron, Nurhasan, Rabu (9/10).

Nurhasan menjelaskan, pembangunan Pustu Plus tersebut merupakan bantuan pemulihan pasca bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulteng setahun lalu. Dana pembangunannya berasal dari sumbangan para karyawan dan perusahaan Chevron yang beroperasi di Riau, Kalimantan Timur, dan Jakarta.

Sumbangan karyawan Chevron dikumpulkan melalui sebuah insiatif internal yang diberi nama Program Chevron Berbakti. Sumbangan yang terkumpul kemudian ditambahkan dengan jumlah yang sama oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tersebut, atau dikenal dengan skema matching fund.

“Meski berjarak ribuan kilometer, karyawan kami turut merasakan kesedihan yang dialami saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah ketika terjadi bencana gempa bumi dan tsunami. Sumbangan ini merupakan wujud empati karyawan Chevron untuk membantu masyarakat Sulawesi Tengah agar segera bangkit kembali,’’ tegasnya.

Acara peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pustu Plus di Desa Beka berlangsung, Senin (7/10). Kegiatan dihadiri oleh Asisten I Provinsi Sulawesi Tengah Muhamad Faisal Mang, Asisten I Kabupaten Sigi Andi Ilham, Vice President SMO Operations Chevron Nurhasan, Pembina Yayasan Kemanusiaan Muslim Indonesia (YKMI) Muchtar Razali, serta para tokoh masyarakat.

Bangunan Puskesmas Pembantu Plus dirancang dengan struktur yang ramah gempa, mudah diakses bagi penyandang disabilitas dan orang-orang berusia lanjut.

Lebih lanjut, Nurhasan memaparkan bahwa untuk pembangunan Pustu Plus di Desa Beka tersebut, Chevron menggandeng YKMI sebagai mitra pelaksana. Bangunan Pustu Plus dirancang dengan struktur yang ramah gempa; mudah diakses bagi penyandang disabilitas dan orang-orang berusia lanjut; serta memperhatikan prosedur standar keselamatan. Lama pembangunan diperkirakan maksimal enam bulan.

Untuk kesinambungan jangka panjang, menurutnya, operasional Pustu Plus ini membutuhkan dukungan dari Pemkab Sigi, terutama Dinas Kesehatan, melalui penyediaan tenaga kesehatan yang diperlukan, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas secara baik. Dukungan lain juga diharapkan dari aparat desa setempat agar fasilitas ini bermanfaat secara optimal.

Nurhasan juga menjelaskan bahwa program di bidang kesehatan selaras dengan fokus program-program investasi sosial Perusahaan. Tidak hanya di Sulawesi Tengah, hasil sumbangan karyawan Chevron juga disalurkan untuk membangun fasilitas serupa di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, yang juga mengalami bencana gempa bumi pada tahun lalu. Acara peletakan batu pertama di Lombok telah dilaksanakan pekan lalu.

Pada masa tanggap darurat setelah kejadian pada tahun lalu, Chevron juga bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan Perusahaan ke Sulawesi Tengah melalui lembaga nirlaba Mercy Corps, Save the Children, dan Aksi Cepat Tangap (ACT). Selain itu, di bawah koordinasi SKK Migas, Chevron bersama KKKS lainnya menyalurkan bantuan obat-obatan, tim medis, dan bahan makanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here