, ,

Cadangan Migas ExxonMobil di Guyana Jadi 8 Miliar Barel

Posted by

Jakarta, Petrominer – ExxonMobil mengklaim telah meningkatkan estimasi sumber daya yang dapat dipulihkan di Guyana menjadi lebih dari 8 miliar barel setara minyak (barrel oil equivalent/BOE). Tambahan itu menyusul adanya temuan minyak di timur laut lapangan Liza dari sumur eksplorasi Uaru.

Senior Vice President Of Exploration And New Ventures ExxonMobil, Mike Cousins, menjelaskan, estimasi sumber daya yang dapat dipulihkan tersebut meliputi 15 penemuan di lepas pantai Guyana hingga akhir tahun 2019. Penemuan Uaru adalah yang pertama dari tahun 2020 dan akan ditambahkan ke estimasi sumber daya di kemudian hari.

“Hasil dari sumur eksplorasi Uaru merupakan penemuan ke-16 di Blok Stabroek,” ujar Mike dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Senin (27/1).

Menurutnya, penemuan di sumur Uaru merupakan langkah positif lain ketika ExxonMobil memulai dekade baru dalam kerja sama dengan Pemerintah Republik Guyana dan mitra kerjanya. Temuan berkualitas tinggi baru-baru ini di Tripletail dan Mako berkontribusi pada sumber daya yang dapat dipulihkan dan investasi ini akan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Guyana.

Cadangan di Uaru ditemui sekitar 94 kaki (29 meter) dari reservoir batu pasir penampung minyak berkualitas tinggi. Sumur tersebut dibor sampai kedalaman 6.342 kaki (1.933 meter), yang berlokasi sekitar 10 mil (16 kilometer) timur laut dari lapangan Liza, yang mulai produksi minyak pada Desember 2019 lalu.

Saat ini, produksi dari pengembangan Liza Phase 1 sedang naik dan akan memproduksi hingga 120.000 barel minyak per hari (BOPD) dalam beberapa bulan mendatang, dengan menggunakan kapal Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Liza Destiny.

Sementara FPSO Liza Unity akan digunakan untuk tahap kedua pengembangan lapangan Liza dan akan memiliki kapasitas produksi 220.000 barel minyak per hari. Fasilitas ini sedang dalam tahap konstruksi dan diperkirakan akan mulai berproduksi pada pertengahan tahun 2022 mendatang.

Lihat juga: ExxonMobil Mulai Produksi Minyak di Offshore Guyana

Sejalan dengan itu, juga sedang dilakukan Front-End Engineering Design (FEED) FPSO ketiga, yakni Prosperity, untuk mendukung pengembangan lapangan Payara yang sedang menunggu persertujuan Pemerintah. Pengembangan lapangan di utara lapangan Liza ini diharapkan sudah bisa produksi pada awal tahun 2023, dengan kapasitas sekitar 220.000 barel minyak per hari.

Blok Stabroek memiliki luas 6,6 juta hektar (26.800 km persegi). ExxonMobil, melalui anak usahanya Esso Exploration and Production Guyana Ltd., memiliki 45 persen saham dan sekaligus operator blok migas ini. Mitra lainnya adalah Hess Guyana Exploration Ltd. memegang 30 persen dan CNOOC Nexen Petroleum Guyana Ltd. 25 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *