Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan temuan cadangan migas secara tiga kali berturut-turut (hattrick) di bulan Agustus 2022 ini. Penemuan ini menambah temuan sebelumnya selama periode enam bulan pertama tahun 2022 menjadi enam penemuan cadangan baru migas.
Direktur Eksplorasi PHE, Medy Kurniawan, mengatakan keberhasilan ini dicapai setelah melalui aktivitas eksplorasi secara konsisten dalam komitmennya untuk berkontribusi mencapai ketahanan energi nasional.
Sebagai Subholding Upstream Pertamina, PHE telah mengumumkan penemuan cadangan baru migas melalui kegiatan eskplorasinya yang masif dan agresif. Temuan pertama dari hasil pengeboran sumur eksplorasi R-2 di offshore Aceh bagian Barat. Kedua, dari sumur eksplorasi Markisa-001 di onshore Salawati, Papua. Dan terakhir, temuan dari sumur eksplorasi Bajakah-001 di onshore Jawa Barat bagian Utara.
Sumur eksplorasi Bajakah-001 berada di wilayah kerja Pertamina EP Jatibarang Field. Sumur eksplorasi ini, yang berlokasi di Desa Rancahan, Kecamatan Gabus Wetan, Indramayu, Jawa Barat, mulai ditajak pada pertengahan Mei 2022 lalu dengan menggunakan rig PDSI.
Temuan cadangan baru dari tiga sumur eksplorasi tersebut melengkapi keberhasilan temuan cadangan sebelumnya di Semester I tahun 2022, yaitu sumur Sungai Gelam Timur-1 di Jambi, Wilela-001 di Sumatera Selatan, GQX-1 di Jawa Barat Bagian Utara dan Manpatu-1X di Mahakam.
“Hingga tengah Agustus ini yang bertepatan dengan hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, kegiatan eksplorasi Pertamina Hulu Energi (PHE) telah merampungkan 8 sumur dan 7 sumur on going yang akan dilanjutkan dengan uji alir. Kami berharap target penyelesaian 29 sumur di akhir tahun ini dapat tercapai dan membuahkan hasil yang maksimal,” ungkap Medy, Kamis (18/8).
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan bahwa pada tahun 2021, PHE berhasil melakukan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 12 sumur. Memasuki tahun 2022, Subholding Upstream Pertamina ini berupaya meningkatkan kinerja secara masif dan agresif melalui rencana kerja pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 29 sumur.
“Adapun sukses rasio pengeboran sampai Agustus 2022 mencapai 70 persen. Tentunya sukses ini andil dari seleuruh pihak terkait baik internal maupun eksternal,” ujar Medy.
Dalam strategi eksplorasi, Subholding Upstream Pertamina memiliki tiga inisiatif utama. Antara lain berupa aset Wilayah Kerja (WK) eksisting dimana kontribusi eksplorasi dibutuhkan dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi migas eksisting. Selanjutnya strategi New Ventures, yakni mencari potensi eksplorasi yang baru. Terakhir, strategi partnership untuk sharing risk & cost serta technology & knowledge transfer melalui akselerasi proses kerjasama dan joint bidding di dalam maupun luar negeri.








Tinggalkan Balasan