
Jakarta, Petrominer — Permintaan energi global akan naik 30% pada tahun 2035, sebagian besar dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat kemakmuran di beberapa negara berkembang melalui efisiensi energi. Peningkatan teknologi dan perhatian terhadap lingkungan juga menjadi penyebab berubahnya permintaan sumber daya energi. Sementara minyak dan gas bumi, serta batubara masih menjadi sumber energi utama hingga tahun 2035 mendatang
Demikian kesimpulan studi mengenai permintaan energi dunia dalam BP Energy Outlook 2035 yang diterima Petrominer, Senin (30/1).
Studi itu juga menyebutkan bahwa gas bumi berkembang lebih cepat dibandingkan minyak maupun batubara. Pesatnya kenaikan LNG dipengaruhi oleh tren pasar gas bumi terintegrasi, terutama oleh harga gas bumi Amerika Serikat.
Permintaan minyak bumi, meski meningkat, namun berjalan lambat. Pertumbuhan permintaan sampai tahun 2030 disebabkan oleh penggunaan minyak untuk sektor non-pembakaran menggantikan sektor transportasi
Sedangkan pemakaian batubara global mencapai titik tertinggi. Sementara sumber daya energi terbarukan tetap menjadi sumber energi yang tumbuh kian pesat, meningkat empat kali lipat dalam 20 tahun ke depan Sektor tenaga listrik mengisi kurang lebih dua per tiga dalam tren peningkatan energi
“Tataran energi global sedang berubah. Kebutuhan energi beralih dari pusat-pusat energi tradisional ke pasar yang bertumbuh cepat. Bauran energi sedang bergerak, yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan kepedulian lingkungan. Lebih jauh lagi, industri kita perlu beradaptasi untuk menyiasati tren kebutuhan energi yang berubahubah,” papar Group Chief Executive BP, Bob Dudley.
Menurut BP Energy Outlook, seperti dikutip Dudley, permintaan energi global akan meningkat 30% pada tahun 2015 hingga 2035, dengan peningkatan rata-rata 1,3% per tahun. Namun demikian, peningkatan permintaan energi ini lebih rendah dibandingkan peningkatan 3,4% per tahun yang diharapkan dari acuan GDP dunia, yang disebabkan oleh tingkat perbaikan teknologi dan kepedulian lingkungan.
BP Energy Outlook menilik pada tren energi dan peningkatan proyeksi atas pasar energi dunia dalam dua dekade ke depan. Edisi 2017 hasil studi ini diluncurkan di London, Rabu pekan lalu (25/1), oleh Spencer Dale, group chief economist dan Bob Dudley, group chief executive BP.
























