Biodiesel

Jakarta, Petrominer – Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) untuk bulan Juli 2019 sedikit berubah dibandingkan HIP Juni 2019. Harga biodiesel turun sedikit, sedangkan bioetanal naik.

Direktorat Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM menetapkan HIP BBN untuk biodiesel sebesar Rp 6.970 per liter dan bioetanol Rp 10.255 per liter. HIP BBN tersebut untuk dipergunakan dalam pelaksanaan mandatory B20 dan berlaku untuk pencampuran minyak solar baik jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu maupun jenis BBM umum.

“Ketetapan ini mulai efektif berlaku sejak 1 Juli 2019 sesuai yang tertera pada Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 1726/12/DJE/2019,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Jum’at (28/6).

Menurut Agung, HIP BBN biodiesel untuk bulan Juli 2019 turun sedikit dari bulan sebelumnya, dengan selisih Rp 7 per liter. HIP BBN biodiesel bulan Juni 2019 sebesar Rp 6.977/liter. Penurunan ini dilatarbelakangi oleh turunnya harga rata-rata crude palm oil (CPO) Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 15 Mei hingga 14 Juni 2019 yang mencapai Rp 6.573 per kg.

“Besaran harga HIP BBN untuk jenis Biodiesel tersebut dihitung menggunakan formula HIP = (Rata-rata CPO KPB + 100 US$/ton) x 870 Kg/m3 + Ongkos Angkut. Besaran ongkos angkut pada formula perhitungan harga biodiesel mengikuti ketentuan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 91 K/12/DJE/2019,” jelasnya.

Sedangkan untuk jenis bioethanol, terjadi kenaikan dari harga setelah dihitung berdasarkan formula yang ditetapkan, yaitu (Rata-rata tetes tebu KPB periode 3 bulan x 4,125 Kg/L) + US$ 0,25 per Liter sehingga didapatkan Rp 10.255 per liter untuk HIP BBN bulan Juli 2019. Pada bulan sebelumnya, HIP BBN bioetanol sebesar Rp 10.201 per liter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here