, ,

Besi Penyangga Dicuri, Tower Roboh di Kerinci

Posted by

Padang, Petrominer – PT PLN (Persero) segera ambil tindakan cepat memulihkan listrik di Kota Penuh dan Kabupaten Kerinci, Jambi, pasca robohnya tower listrik 150 kV di Desa Birun, Kecamatan Pangkalan Jambu, Kabupaten Bangko, Merangin, Jambi, Kamis lalu (14/7). Tower tersebut roboh karena besi tiang penyangganya ada yang mencuri.

Robohnya tower tersebut berdampak padam listrik di Kota Sungai Penuh dan sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci. PLN Wilayah Sumbar dan PLN P3BS segera bertindak untuk memenuhi kebutuhan listrik di beberapa obyek vital sembari bekerja cepat untuk mendirikan tower kembali.

Menurut General Manajer PLN Wilayah Sumbar, Susiana Mutia, sejak Jum’at (15/6) tim dari PLN P3BS sudah berada di lokasi untuk persiapan mendirikan tower darurat. Dalam pelaksanaan pendirian tower diterjunkan tim PDKB P3BS sebanyak 25 orang + Tim Ericson dan triming (penarikan) 18 orang dari UPT Jambi beserta UPT di bawah jajaran P3BS. PLN juga melibatkan masyarakat setempat yang tergabung dalam Helper sebanyak 13 orang.

PLN Wilayah Sumbar telah melakukan upaya penormalan listrik dengan menggunakan suplai dari sistem Solok Selatan. Walaupun belum semua daerah menyala kembali, upaya ini berhasil menyalakan 12 trafo yang berdampak menyala listrik di obyek vital Sungai Penuh, antara lain: Kantor Polres Sungai Penuh, SPBU, lingkungan Pasar Sungai Penuh, Bank BRI, Rumah Sakit, PDAM, Rumah Tahanan, Kantor DPRD Kabupaten, Mapolsek Kota Sungai Penuh.

Selanjutnya PLN Wilayah Sumbar melakukan pengiriman genset dari area-area yaitu Padang, Bukittinggi, Solok dan Payakumbuh untuk support kelistrikan. Pengiriman ini sudah dilakukan sejak Jum’at (15/6).

Susiana menyampaikan permohonan maaf untuk segala ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masyarakat Kota Sungai Penuh, terlebih musibah ini terjadi di H-1 Hari Raya Idul Fitri. Dia juga berpesan agar masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap aset PLN yang ada di sekitarnya, bersama-sama menjaga agar kejadian yang merugikan kepentingan awam ini tidak terjadi lagi.

“Kami sudah upayakan keandalan pasokan, petugas juga standby 24 jam. Namun musibah tidak mampu ditolak. Alhamdulillah petugas siaga, sehingga proses penormalan sistem dan pengiriman genset tidak memakan waktu lama,” tegas Susiana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *