Pelanggan bisnis dan industri bersyukur karena tak terdampak penyesuaian tarif listrik.

Jakarta, Petrominer – Bagi Pemerintah, sektor industri dan bisnis merupakan komponen penting dalam menopang roda perekonomian nasional. Hal inilah yang mendorong Pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan bisnis dan industri yang di dalamnya juga untuk pelanggan UMKM.

Sebelumnya, Pemerintah telah memutuskan untuk menyesuaikan tarif listrik pelanggan rumah tangga mampu non-subsidi golongan 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) dan golongan pemerintah (P1, P2 dan P3) mulai 1 Juli 2022. Sementara untuk golongan pelanggan lain belum ada penyesuaian tarif, termasuk seluruh pelanggan bisnis dan industri.

Kebijakan ini pun disambut baik oleh Manager Engineering Resort Pulau H, Kepulauan Seribu, Jakarta, Mastum. Dia mengaku sangat terbantu dengan adanya listrik yang disalurkan dengan kabel bawah laut oleh PLN.

“Dukungan dari pemerintah dengan tidak menaikkan tarif listrik saya akui sangat bagus untuk kita. Sangat membantu roda perekonomian di pulau wisata seperti kami ini,” ujar Mastum, Selasa (14/6).

Dia mengakui dibandingkan sebelum hadirnya listrik dari PLN, kini operasional destinasi wisata di Kepulauan Seribu jadi jauh lebih mudah. Terlebih, dukungan penuh dari PLN juga sangat responsif sehingga mampu memenuhi segala kebutuhan, baik pengelola resort maupun wisatawan.

“Kami sebagai pengurus di lapangan semenjak adanya listrik di pulau ini, alhamdulillah tidak susah ketimbang pakai genset,” ungkap Mastum.

Hal senada juga disampaikan pemilik Rumah Makan Mampirro di Jakarta Selatan, Yulianti. Dengan lugas dia menyatakan bersyukur usaha kecil dan menengah seperti dirinya tidak terimbas oleh kebijakan penyesuaian tarif listrik yang akan dilaksanakan Pemerintah.

“Kebijakan pemerintah tidak menaikkan listrik untuk tarif bisnis sangat membantu usaha rumah makan kami. Karena usaha kami baru saja bertumbuh sesudah pandemi,” ujar Yulianti.

Apresiasi juga hadir dari pemilik usaha Hasan Wijaya, Riyanto, yang saat ini menjadi pelanggan PLN golongan I3 dengan daya terpasang sebesar 233.000 VA. Bagi pengusaha seperti Riyanto, kebijakan ini merupakan bukti bahwa Pemerintah berkomitmen untuk mendukung perkembangan dunia usaha.

“Terima kasih sudah mendukung dunia usaha sehingga tarif listrik tidak naik,” ucapnya.

Menurut Riyanto, dukungan pasokan listrik yang bagus dari PLN, jarang terjadi pemadaman serta pelayanan responsif, telah terbukti membantu dunia usaha untuk dapat berkembang sesuai dengan harapan pemerintah.

Sementara itu, Vice President Komunikasi Korporat PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Pemerintah tidak memberlakukan tariff adjusment khususnya ke sektor industri dan bisnis karena selama ini dua sektor tersebut merupakan komponen penting dalam menopang roda perekonomian nasional. Langkah ini juga sebagai salah satu bentuk kepedulian negara dan pembuktian negara hadir dalam menjaga pemulihan ekonomi nasional.

“Penyesuaian hanya diterapkan untuk kalangan menengah ke atas dengan kondisi ekonomi yang relatif kuat. Tentunya kebutuhan energi mereka di rumahnya juga besar, berbeda dengan kalangan yang mendapatkan subsidi,” jelas Gregorius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here