, ,

Berkat Tower Emergency, 92 Persen Kelistrikan NTT Pulih

Posted by

Kupang, Petrominer – PLN Berhasil memulihkan 92,1 persen sistem kelistrikan yang terdampak badai siklon seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut ditandai dengan pengoperasian menara darurat (tower emergency) di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, menjelaskan bahwa menara darurat tersebut menjadi pengganti sementara dua menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat diterjang badai siklon tropis Seroja. Fungsinya, untuk mengalirkan energi listrik dari Kota Kupang ke Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu.

“Puji syukur dengan kerja keras dan sinergitas PLN Group dibantu TNI-Polri, Stakeholder, dan masyarakat, kita berhasil mengoperasikan tower emergency yang berdampak positif berupa 99 persen kelistrikan di empat kabupaten di Pulau Timor yang sebelumnya terdampak telah pulih kembali,” ucap Syamsul Huda dalam Konferensi Pers Update Pemulihan Kelistrikan Terdampak Badai Siklon Tropis Seroja di NTT, yang dilakukan secara virtual, Senin (19/4).

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh pihak yang telah berkontribusi. Meski di tengah pandemi dan bulan puasa, semua tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan dan pengoperasian tower emergency yang ternyata bisa dibangun lebih cepat dari target.

“Keberhasilan pengoperasian menara darurat tersebut berkat sinergitas dari personel PLN, TNI dan juga masyarakat. Pembangunan menara darurat awalnya ditarget rampung selama satu bulan. Namun, pekerjaan ini ternyata dapat selesaikan hanya dalam waktu 10 hari,” tegas Syamsul Huda.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT, Isyak Nuka, yang hadir dalam konperensi pers dari kantor PLN PLN Unit Induk Wilayah NTT, menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat teman-teman PLN yang telah bersinergi dan berkorban.

“Kita sudah terbiasa dengan terang, tiba-tiba gelap itu tentu meresahkan. Tanpa adanya jiwa pengorbanan dari teman-teman PLN, belum tentu ini akan terwujud dalam waktu singkat,” ungkap Isyak Nuka.

Rasa syukur atas kembali menyalanya listrik juga disampaikan oleh salah seorang warga Desa Noemeto, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Salah satunya adalah Bapak Taniu yang datang langsung ke kantor PLN bersama orang tua dan anak-anaknya untuk mengucapkan rasa terimakasih.

“Terima kasih banyak untuk perhatian dan pengorbanannya yang luar biasa dan tepat pukul 7 malam (Minggu, 18/4) kami bisa merasakan listrik kembali, PLN luar biasa,” tuturnya.

Sampai dengan Senin (19/4) pukul 12.00 Wita di seluruh NTT, PLN telah berhasil memulihkan 3.694 gardu yang terdampak, sehingga sebanyak 595.725 pelanggan dapat menikmati listrik kembali. Guna mengetahui informasi terkini atau menyampaikan aduan terkait kelistrikan, masyarakat dapat mangaksesnya melalui aplikasi PLN Mobile.

“Dengan beroperasinya menara darurat ini, sebanyak 169.480 pelanggan PLN di empat kabupaten di Pulau Timor telah menikmati kembali listrik kembali. Adapun kabupaten tersebut meliputi kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *