PLTP Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) kembali menerima penghargaan atas inovasinya dalam menjalankan kegiatan corporate social responsibility (CSR). Kali ini, melalui program “Geotato” yang dilaksanakan oleh Area Kamojang, subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) ini mendapat penghargaan di ajang Asean Energy Awards 2020.

PGE meraih Juara Pertama (winner) dalam kategori ASEAN Energy Renewable Energy Best Practice awards untuk sub-kategori Special Submission. PGE menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang berhasil masuk dan menerima penghargaan pada kategori tersebut.

Penghargaan tingkat kawasan ASEAN ini diberikan pada rangkaian pelaksanaan 38th ASEAN Minister on Energy Meeting di Da Nang, Vietnam, yang digelar secara virtual, Kamis malam (19/11) lalu.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Asean Center for Energy yang telah memberikan penghargaan ini,” ujar ujar Pth. Direktur Utama PGE, Eko Agung Bramantyo, yang hadir secara virtual untuk menerima penghargaan tersebut.

Eko menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan apresiasi yang luar biasa bagi PGE dalam pengembangan energi baru terbarukan yang ramah lingkungan di Indonesia. Apalagi, PGE memiliki komitmen yang tinggi untuk selalu menjalankan kegiatan pengelolaan panasbumi secara profesional dengan mengedepankan aspek ramah lingkungan dan pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar.

Geotato (Geothermal Potato) adalah program untuk membantu para petani kentang dalam proses sterilisasi media tanam bibit kentang secara lebih efisien. Melalui program ini, penggunaan kayu bakar dalam proses sterilisasi media tanam bibit kentang digantikan dengan uap panasbumi yang lebih ramah lingkungan.

Program inovasi ini dikembangkan oleh para pekerja PGE di Area Kamojang yang selalu memiliki komitmen dalam pengembangan panasbumi yang mengedepankan kelestarian lingkungan.

Kiprah PGE Area Kamojang dalam kelestarian lingkungan juga telah dibuktikan dengan perolehan penghargaan PROPER EMAS selama sembilan kali berturut-turut.

PGE Area Kamojang sebagai pionir pengembangan panasbumi di Indonesia telah beroperasi selama 38 tahun. Kapasitas terpasang dari awalnya 30 megawatt (MW) di tahun 1983, saat ini sudah mencapai 235 MW dari lima unit PLTP yang beroperasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sementara PGE, hingga saat ini, mengelola 14 Wilayah Kerja Panasbumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 672 MW (Own Operation) dan 1.205 MW (Joint Operation).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here