Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) berkomitmen untuk turut serta mendorong pengembangan bisnis green energy di lini jasa maritim. Salah satunya dengan upaya menekan gas buang karbon dioksida (CO2) sebesar 74,03 Ton per tahun melalui penerapan program dekarbonisasi di operasional kapal perusahaan.
Direktur Utama PTK, I Ketut Laba, menjelaskan reduksi gas buang tersebut diperoleh dari program penerapan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di armada kapal Transko Pari 01. PTK juga telah memanfaatkan Energy Substitution Shore Connection di PTK Port Plaju.
“Pemasangan PLTS di kapal berjenis crew boat tersebut dilakukan sejak 31 Agustus 2022 lalu. Penggunaan PLTS di Transko Pari 01 ini diperkirakan mampu menekan 39.01 Ton Gas Karbon Dioksida (CO2) per tahun dan menghasilkan efisiensi penggunaan fuel dengan estimasi sebesar Rp 200 juta,” ungkap I Ketut Laba, Rabu (16/8).
Selain pemasangan PLTS di armada kapal, PTK juga mengimplementasikan Energy Substitution Shore Connection. Dalam program ini, PTK memasang Shore Connection (SC) di lokasi port Plaju yang mulai pada 1 Februari 2023 lalu.
SC berfungsi sebagai sumber listrik kapal ketika bersandar di pelabuhan, di mana listrik ini untuk menggantikan penggunaan Auxiliary Engine (AE) atau generator kapal. Sehingga generator tidak perlu dinyalakan dan bisa mereduksi gas CO2 saat keadaan berlabuh.
“Hasilnya, PTK mampu mereduksi 35,02 Ton Gas CO2 per tahun dan menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan estimasi sebesar Rp 120 juta rupiah,” jelasnya.
Menurut Ketut Laba, program dekarbonisasi ini sejalan dengan program PT Pertamina (Persero) dalam mencapai net zero emission (NZE) pada tahun 2060.
“PTK berkomitmen untuk turut serta mendorong pengembangan bisnis green energy di lini jasa maritim yang terintegrasi terutama di tiga segmen bisnis utama kita. Program dekarbonisasi ini diharapkan berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s) Poin 17 yaitu mengambil tindakan sesegera mungkin untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya,” ujarnya.
Program dekarbonisasi tersebut secara masif akan terus di perluas seperti rencana pemasangan PLTS di 4 kapal yang dipasang sepanjang tri wulan III 2023 hingga tri wulan IV tahun 2025. Pemasangan PLTS ini akan di pasang pada armada Floating Crane (FC) Dwipangga, Oil Barge (OB) Patra 2304, OB Ranau, dan OB Patra 2301. Juga implementasi Energy Substitution Shore Connection di 4 port antara lain port Refenery Unit (RU) III Plaju, Port Semarang, RU II Dumai,RU IV Cilacap yang dikelola PTK sepanjang tri wulan III 2023 hingga tri wulan I tahun 2024.
Implementasi program dekarbonisasi ini juga menjadi salah satu inovasi teknologi PTK berupa monitoring sistem PLTS berbasis digital realtime, yang memungkinkan pekerja dapat melakukan monitoring melalui dashboard berbasis android dengan aplikasi FusionSolar. Sehingga penerapan dekarbonisasi dapat dilakukan secara maksimal dan dapat dimonitoring dengan baik.