Jakarta, Petrominer – Sampai kini, industri pertambangan masih dianggap sebagai bidang yang didominasi oleh pria. Inilah yang menyebabkan adanya ketimpangan antara jumlah pekerja laki-laki dan perempuan di dunia tambang.
Untuk mendukung sekaligus memotivasi perempuan yang bekerja di industri tambang, PT ABM Investama (ABM) bersama anak usahanya PT Cipta Krida Bahari (CKB Group) berpartisipasi dalam acara Indonesia Miner Exhibition (IME) yang bermitra dengan Woman in Mining & Energy (WIME). Dalam kegiatan yang mengusung tema “Shaping the Future Mining” ini, ABM Group memaparkan peluang di sektor tambang terhadap keterlibatan perempuan Indonesia dalam mewujudkan hilirisasi dan transisi energi untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
“Fakta sampai dengan hari ini, pertambangan masih dianggap sebagai bidang yang didominasi oleh pria sehingga mengaitkan pekerjaan tambang identik dengan kekuatan fisik dan situasi kerja yang keras. Ketimpangan inilah yang membuat ABM Grup untuk membuktikan bahwa perempuan Indonesia mempunyai kecerdasan dan potensi besar dalam memajukan sektor ini,” ujar Direktur Utama ABM, Andi Djajanegara, di sela-sela acara IME, Jum’at (9/6).
Kementerian Ketenagakerjaan telah mengeluarkan survei bertajuk ”Ketenagakerjaan dalam Data.” Survei yang dirilis tahun 2021 itu menunjukkan, jumlah pekerja perempuan di sektor tambang hanya 10.727, sementara laki-laki mencapai 168.711 orang. Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, jumlah pekerja laki-laki di sektor pertambangan mencapai 1,28 juta sementara perempuan hanya 115.000 orang.
Selain jumlah pekerja, terdapat ketimpangan upah rata-rata yang diterima oleh pekerja tambang perempuan dan laki-laki. Pekerja perempuan hanya menerima upah sebesar Rp 4.159.846, sementara pekerja laki-laki Rp 4.297.820.
Dalam mengatasi tantangan ini, menurut Andi, dibutuhkan upaya kolaboratif seluruh pihak untuk melaksanakan kesetaraan gender, meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan, menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi perempuan, serta adanya kebijakan yang mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi perempuan Indonesia.
Pengembangan yang telah dilakukan di lingkup ABM Group di antaranya adalah mengadakan program talent dan leadership for women, termasuk di dalamnya Coaching and Mentoring; mengadakan kegiatan sukarelawan yang berfokus kepada perempuan, seperti women and financial literacy dan lainnya.
“Perlu digarisbawahi bahwa perusahaan menyediakan pelatihan dan pengembangan khusus yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perempuan terhadap industri tambang. Pelatihan ini mencakup keterampilan, pelatihan teknis, project management dan communication skill yang membantu perempuan Indonesia dalam meningkatkan kesempatan karir yang lebih baik,” ungkap Andi.
Sementara Chief Executive Officer CKB Group, Iman Sjafei, menjelaskan keterlibatan CKB Group pada IME menjadi langkah perusahaan untuk mendorong perempuan Indonesia dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuannya. Pasalnya, perempuan memiliki potensi untuk berperan dalam mengembangkan strategi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) untuk mencapai keberlanjutan bisnis.
Untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mempromosikan kesetaraan gender, Iman berharap kedepannya perusahaan-perusahaan tambang dapat bekerja dengan organisasi dan lembaga eksternal yang fokus pada pemberdayaan perempuan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat semangat mengejar ambisi dan karier perempuan Indonesia.









Tinggalkan Balasan