, ,

BBM Satu Harga Capai Titik Ke-26

Posted by

Sambas, Petrominer – Upaya Pemerintah dalam merealisasikan BBM Satu Harga di seluruh Indonesia telah mencapai titik ke-26. Ini ditandai dengan diresmikannya SPBU Modular di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (15/10).

Peresmian SPBU Modular Paloh ini merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Program ini bertujuan agar harga BBM yang sama dapat dinikmati oleh rakyat di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan timur dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Masyarakat menyambut gembira hadirnya SPBU di Kecamatan Paloh karena kini tidak harus lagi pergi ke Kota Kabupaten Sambas untuk membeli BBM. Masyarakat pun dapat memperoleh BBM dengan harga yang sama seperti di daerah lainnya. Tidak hanya itu, mereka juga tidak perlu lagi menempuh jarak sejauh 20 km dan harus menyeberang sungai menggunakan ferry (400 meter) hanya untuk membeli BBM.

Total kapasitas BBM di SPBU Modular Paloh sebesar 40 kilo liter (KL), dengan rincian 20 Kl Premium, dan 20 Kl Solar. BBM bersubsidi tersebut akan disalurkan secara langsung kepada konsumen pengguna dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sehingga akan mendorong perkembangan perekonomian daerah.

“Sekarang kami tidak susah lagi mendapatkan BBM. Hadirnya SPBU kami harap juga dapat mendorong perekonomian khususnya infrastruktur (jalan) di Sambas,” ujar Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili ketika menyampaikan apresiasi dan harapan atas diresmikannya SPBU pertama di Kecamatan Paloh ini.

Menjawab harapan tersebut, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Harya Adityawarman mengungkapkan BBM di SPBU ini akan disalurkan secara langsung kepada konsumen pengguna dengan harga yang telah ditetapkan oleh Pemerintah sehingga akan mendorong perkembangan perekonomian daerah.

“Bila sebelumnya warga membeli BBM secara eceran dengan harga Rp 7.500-9.000 per liternya, sekarang warga dapat membeli BBM dengan harga yang sama dengan wilayah lain, Rp 6.450 per liter untuk premium dan Rp 5.150 per liter untuk solar,” terang Harya.

Sementara itu, General Manager MOR VI PT Pertamina (Persero) Yanuar Budi Hartanto menegaskan bahwa peresmian BBM Satu Harga di Paloh ini merupakan simbol komitmen wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Salah satu tantangannya adalah sulitnya mencari investor untuk membangun SPBU di daerah remote. Dalam pembangunan disini, infrastruktur menjadi kendala utama, tercatat 3 kali mobil Pertamina amblas dan mobil tangki tidak bisa menyeberang sungai,” ungkap Yanuar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *