Penandatangan Dokumen Penyaluran Gas PGN ke Rekayasa Industri dan Aroma Kopikrim Indonesia, Rabu (9/6).

Semarang, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) semakin nyata dalam menjalankan komitmen dalam pemenuhan gas bumi dan pengembangan bisnis baru di Jawa Tengah. Komitmen tersebut direalisasikan dengan penandatanganan Dokumen Penyaluran Gas antara PGN dengan PT Aroma Kopikrim Indonesia di Demak, Jawa Tengah.

Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz, menjelaskan bahwa Aroma Kopi menjadi pelanggan gas pipa pertama PGN di Jawa Tengah. Gas ke produsen kopi instan tersebut akan dialirkan melalui pipa distribusi dengan volume gas sampai sekitar 2,5 BBTUD.

“Nantinya pengaliran gas bumi ke Aroma Kopi merupakan pengaliran perdana bagi PGN dalam menyalurkan gas pipa di Jawa Tengah dan sumber gasnya langsung dari sumur gas di lapangan Kepodang. Selama ini, gas bumi di Jawa Tengah disalurkan memggunakan moda non pipa, yakni CNG seperti di PRS Tambak Aji,” ujar Faris usai menyaksikan penandatangan perjanjian PGN dan Aroma Kopi, Rabu (9/6).

Menurutnya, dokumen Penyaluran Gas antara PGN dengan Aroma Kopi ditandatangani oleh Group Head Sales and Operation Region 3 Jawa Bagian Tengah Timur, Iwan Yuli, dan Direktur Aroma Kopikrim Indonesia, Henry Fernando. Aroma Kopi merupakan industri yang bergerak di bidang pembuatan kopi instan, non dairy cream, dan foamer.

“Pemenuhan gas pipa untuk Aroma Kopi dapat dilakukan dengan diselesaikannya Pipa Jumper Tambak Lorok. Pasalnya, dengan pipa jumper tersebut, pengaluran gas dari Lapangan Kepodang bisa lebih fleksibel untuk pelanggan komersial industri,” ungkap Faris.

PGN juga berencana mengembangkan market di jalur Demak-Semarang-Kendal-Batang dengan moda pipa maupun non pipa. Potensi gas pada pengembangan market di jalur ini diestimasikan sebesar 11-19 BBTUD di tahun 2023-2024. Kebutuhan gas akan terus berkembang di sektor produksi kaca, food and baverages, tekstil, elektronik, dan lain-lain.

Faris berharap, manfaat lebih dari gas bumi dapat menunjang optimasi produksi Aroma Kopi dan menurunkan biaya produksi dan efisiensi, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk produsen kopi tersebut. Pemenuhan gas ke Aroma Kopi menjadi bentuk keseriusan PGN untuk memajukan Jawa Tengah melalui utilisasi gas bumi yang kedepannya akan terus dikembangkan.

“PGN besama Pertagas Niaga sebagai bagian dari Subholding Gas juga akan memanfaatkan Mother Station untuk memenuhi retail di Jawa Tengah sebesar 3 BBTUD. Di Mother Station, gas akan dikompres menjadi CNG dan disalurkan dengan moda non pipa supaya bisa menjangkau pelanggan-pelanggan baru yang belum tersambung dengan pipa gas,” ujar Faris.

PGN sebagai Subholding gas dan bagian dari Holding PT Pertamina (Persero), berkomitmen mendukung pertumbuhan industri agar berdaya siang tinggi melalui utilisasi gas bumi. Sektor industri memiliki porsi penyerapan gas bumi yang cukup besar dan menjadi salah satu program prioritas PGN. Pemanfaatan gas bumi yang besar itulah, harapannya dapat memberikan dampak positif yang besar pula terhadap peningkatan ekonomi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here