Jakarta, Petrominer – Archi Indonesia berhasil mendapatkan hasil penilaian yang memuaskan terhadap usaha penerapan prinsip-prinsip aspek Environmental, Social and Governance (ESG). Penilaian dan laporan dilakukan oleh PT Lorax Indonesia, anak usaha dari perusahaan konsultan lingkungan independen yang berbasis di Vancouver, Canada, Lorax Environmental Services Ltd.

“Kami sangat mensyukuri dengan hasil asesmen yang dilakukan oleh Lorax terhadap operasi tambang emas kami. Hal ini mencerminkan hasil dari upaya nyata yang berkelanjutan dan sejalan dengan salah satu misi perusahaan, yakni membina pengembangan karyawan, mata pencaharian masyarakat sekitar, dan keperdulian lingkungan, serta menjamin tata kelola perusahaan yang baik dalam segala hal yang perusahaan lakukan,” ujar Wakil Direktur Utama Archi, Rudy Suhendra, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Kamis (1/4).

Meski begitu, menurut Rudy, pihaknya tidak berpuas diri atas hasil asesmen tersebut dan berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan dari sisi praktik-praktik tata kelola perusahaan yang baik serta keperdulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Archi memiliki rekam jejak 10 tahun beroperasi di Provinsi Sulawesi Utara melalui entitas anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yaitu PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Archi kini mampu memproduksi lebih dari 200 kilo ons (setara dengan 6,2 ton) emas per tahunnya selama tiga tahun terakhir dan memiliki Cadangan Bijih emas sebanyak 3,9 juta ons per akhir Desember 2020.

Pada awal tahun 2021, Archi berinisiatif menunjuk Lorax untuk melakukan penilaian atas kinerja praktik ESG di Tambang Emas Toka Tindung, yang dioperasikan oleh MSM dan TTN. Penilaian tersebut dilakukan dengan melakukan perbandingan kinerja ESG di MSM dan TTN dengan perusahaan-perusahaan pertambangan logam lainnya di Indonesia.

Berdasarkan laporan Lorax, MSM dan TTN mendapatkan nilai Exceed dalam dua kategori yaitu Environment dan Governance. Kategori Environment memayungi beberapa komponen termasuk Sistem dan Kompetensi Manajemen Lingkungan; Penggunaan Lahan dan Keanekaragaman Hayati; Penggunaan Energi dan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK); Penggunaan Air; Pengelolaan Limbah; serta Penutupan dan Reklamasi Tambang. Sementara kategori Governance memayungi beberapa komponen termasuk Komitmen terhadap Pelaporan ESG; Komposisi Direksi (yang beragam, independen dan berpengalaman dalam bidangnya); Kompensasi Manajemen; dan Kebijakan Anti Korupsi.

Untuk kategori Social, MSM dan TTN mendapatkan nilai Outperform. Kategori ini memayungi komponen Manajemen Keselamatan dan Pendidikan Karyawan; Hubungan Komunitas; Pengadaan Pekerjaan dan Lapangan Kerja Lokal; Hubungan Karyawan, serta Keragaman dan Inklusi.

Rudy menjelaskan, dalam menegakkan prinsip-prinsip ESG, Archi beserta anak perusahaannya telah menjalankan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Sulawesi Utara. Pada bulan Agustus 2020, MSM dan TTN, menunjukkan komitmen dalam membantu menangani wabah Covid-19 dengan mendonasikan satu unit mobil Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada Pemerintah Sulawesi Utara.

Selain itu, MSM dan TTN juga telah mendonasikan paket sembako serta masker kepada lebih dari 8.000 kepala keluarga masyarakat sekitar lingkar tambang selama tahun 2020.

Berbagai kegiatan CSR yang dilakukan Archi melalui anak perusahaannya tersebut berhasil meraih berbagai penghargaan. Salah satunya adalah penghargaan “Platinum” untuk Indonesia CSR Award 2020 yang diselenggarakan oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here