Suasana sidang Paripurna DPR RI. (Ist.)

Jakarta, Petrominer – DPR RI secara resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2023 menjadi UU APBN TA 2023. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023, Kamis (29/9).

Dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel tersebut, setiap fraksi menyepakati RUU APBN 2023 agar disahkan menjadi UU APBN 2023. Namun, fraksi PKS menerima dengan memberikan 27 catatan. Salah satunya adalah Pemerintah harus dapat meningkatkan efektivitas alokasi anggaran pendidikan yang signifikan.

Pada APBN 2023, harga Indonesia Crude Oil (ICP) ditargetkan di level US$ 90 per barel. Angka ini lebih tinggi dibandingkan ICP di APBN 2022, yaitu US$ 63 per barel. Meski begitu, besarannya sama dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2023 beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2022-2023 pada 16 Agustus 2022 lalu.

Selain ICP, APBN 2023 mematok lifting (siap jual) minyak dan gas bumi (migas) tahun 2023 sebesar 1.769.000 barel setara minyak per hari (BOEPD). Dengan rincian, lifting minyak 660.000 barel minyak per hari (BOPD) dan lifting gas bumi 1.100.000 BOEPD.

Angka ini tidak begitu jauh jika dibandingkan realisasi lifting migas hingga Agustus 2022 yang mencapai 1,562 juta BOEPD. Dengan rincian, realisasi lifting minyak bumi 606,4 ribu BOPD dan lifting gas bumi 956 ribu BOEPD.

Sementara untuk outlook lifting migas pada APBN 2022 sebesar 1,597 juta BOEPD. Dengan rincian, lifting minyak bumi sebesar 633 ribu BOPD dan lifting gas bumi sebesar 964 ribu BOEPD.

Rincian lainnya dalam UU APBN 2023:

  • Pertumbuhan ekonomi disepakati di angka 5,3 persen pada 2023. Target ini lebih besar dibandingkan target pada APBN 2022 sebesar 5,2 persen.
  • Laju inflasi di tahun 2023 disepakati sebesar 3,6 persen. Angka ini meningkat dari target yang ditetapkan pada nota keuangan RAPBN 2023 yakni 3,3 persen.
  • Nilai Tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tahun 2023 disepakati sebesar Rp 14.800.
  • Tingkat Bunga SUN-10 Tahun disepakati sebesar 7,90 persen.
  • Target pembangunan untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) disepakati akan dijaga pada kisaran 5,3-6 persen.
  • Tingkat Kemiskinan berada di kisaran 7,5-8,5 persen.
  • Defisit APBN sebesar Rp 598,2 triliun, atau setara 2,84 persen dari produk domestik bruto atau PDB
  • Pendapatan negara sebesar Rp 2.463,0 triliun
  • Belanja negara ditargetkan sebesar Rp 3.061,2 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here