Jakarta, Petrominer – Prospek investasi minyak dan gas bumi (migas) tahun 2019 diproyeksikan bakal makin bergairah. Indikasi awalnya terlihat dari animo para investor migas dalam mengakses dokumen penawaran lima Wilayah Kerja (WK) Migas Konvensional Tahap I Tahun 2019 yang ditawarkan sejak bulan lalu.

“Belum sebulan ditawarkan, namun sudah banyak yang berminat. Terlihat dari adanya 11 perusahaan yang mengakses bid document,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, Senin (11/3).

Berdasarkan data hari ini, Senin (11/3), menurut Djoko, sudah ada 11 perusahaan yang mengakses bid document. Ini belum ada sebulan sejak Kementerian ESDM mengumumkan penawaran lelang regular lima WK Migas Konvensional Tahap I Tahun 2019 pada 22 Pebruari 2019 lalu. Terdiri dari dua WK Eks Produksi dan tiga WK Eksplorasi, dan ditawarkan dengan sistem fiskal baru yakni bagi hasil gross split.

Lihat juga: Lelang WK Migas Konvensional Tahap I 2019

Kelima WK yang dilelang tersebut adalah WK Selat Panjang, West Kampar, Anambas, West Ganal, dan West Kaimana. Para investor sudah bisa mengakses bid document kelima WK Migas tersebut sejak penawaran dibuka 25 Pebruari 2019 sampai 24 April 2019 mendatang. Sementara, pemasukan dokumen partisipasi paling lambat pada tanggal 25 April 2019.

“Untuk akses bid document tersebut, para invetor dikenai biaya US$ 5.000. Ini sebagai bentuk keseriusan mereka,” ujarnya.

Dari 11 perusahaan yang sudah melihat data, jelas Djoko, WK West Ganal menjadi blok migas yang paling banyak diminati. Padahal untuk blok migas ini, Pemerintah telah mematok signature bonus minimal US$ 15 juta.

“Perinciannya, WK Anambas diminati 2 perusahaan, WK West Ganal diminati 3, WK West Kaimana diminati 1, WK Selat panjang diminati 3 dan WK Kampar diminati 2 perusahaan,” jelas Djoko.

Menurutnya, banyaknya investor yang mengakses bid document tersebut menjadi sinyal yang bagus bagi industri hulu migas Indonesia. “Ini belum sebulan (ditawarkan). Nanti sampai 24 April (batas akses dokumen penawaran) bisa lebih dari 11 (jumlah perusahaan).”

Namun, Djoko tidak mau menyebutkan nama-nama perusahaan migas tersebut. Dia hanya memberi gambaran bahwa mayoritas merupakan perusahaan migas besar. Terutama Blok West Ganal yang terletak di lepas Pantai Selat Makassar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here